AYOJAKARTA.COM - Penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) untuk alokasi November-Desember tahun 2024 menjadi perhatian banyak keluarga penerima manfaat (KPM).
Berdasarkan pengalaman tahun lalu, proses pencairan bantuan ini biasanya dimulai pada pertengahan November.
Pada akhir tahun 2023, bantuan BPNT mulai cair pada 12 November, diikuti dengan penyaluran PKH pada 14 November.
Proses pencairan pada 2023 dimulai oleh beberapa bank penyalur, seperti Bank BNI, Bank BRI, Bank Mandiri, dan Bank Syariah Indonesia (BSI), dengan beberapa daerah mencairkan bantuan melalui PT Pos Indonesia.
Berdasarkan riwayat tersebut, prediksi pencairan bantuan PKH dan BPNT tahun 2024 kemungkinan besar akan mengikuti pola yang sama, meski jadwal resminya belum dirilis oleh Kementerian Sosial.
Pada tanggal 24 Oktober 2024, menu final closing untuk alokasi November-Desember sudah muncul di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).
Namun, daftar nama KPM yang akan menerima bantuan masih belum terlihat.
Ini menandakan bahwa proses persiapan data KPM masih dalam tahap awal, dan kemungkinan besar akan dimulai pada awal November.
Penyiapan data, verifikasi komponen, cek rekening, hingga penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) diharapkan berlangsung lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini penting mengingat akhir tahun seringkali diwarnai dengan percepatan proses administratif.
Berdasarkan pengalaman 2023, bantuan PKH dan BPNT dicairkan pada pertengahan November.
Baca Juga: Keras! Prabowo Ingatkan Menteri Kabinetnya Jika Tidak Becus Bekerja: Copot Segera
Di tahun 2023, pemerintah juga menyalurkan bantuan tambahan berupa BLT El Nino sebesar Rp400.000 per KPM.
Bantuan ini diberikan karena fenomena cuaca ekstrem yang memengaruhi kelompok rentan. Sebanyak 18,8 juta KPM menerima bantuan ini, baik melalui kartu KKS maupun pos.
Tahun 2024 ini juga diwarnai dengan transisi penyaluran dari PT Pos Indonesia ke kartu KKS.
Meskipun sebagian daerah sudah menerima kartu KKS baru, seperti Aceh, Purbalingga, dan Lampung, masih banyak KPM yang belum menerima kartu tersebut.
Fenomena ini membuat ritme penyaluran bantuan agak terhambat di beberapa wilayah.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Sosial, bantuan BPNT dicairkan setiap dua bulan, termasuk untuk periode Juli-Agustus dan September-Oktober 2024.
Ada beberapa daerah yang sudah menerima bantuan hingga Oktober, namun sebagian lainnya masih menunggu pencairan.
Bagi KPM yang belum menerima, pencairan direncanakan dirapel pada akhir tahun.
Baca Juga: Battle Kamera Xiaomi 14T Vs Vivo V40 Vs Realme 13 Pro+ Vs Samsung A55, Siapa Sang Juara Tak Terduga?
Bagi KPM yang baru menerima kartu KKS pada November atau Desember, mereka akan mendapatkan bantuan dalam jumlah yang lebih besar.
Misalnya, komponen anak sekolah SD akan menerima Rp450.000, anak SMP Rp750.000, dan anak SMA Rp1 juta. Sementara itu, lansia atau disabilitas berat akan menerima Rp1,2 juta, dan balita atau ibu hamil akan mendapatkan Rp1,5 juta.
Pencairan bantuan ini diprediksi akan dilakukan secara bertahap, dengan waktu jeda yang tidak terlalu lama antara tahap satu dan berikutnya.
Bagi KPM yang belum menerima kartu KKS, diharapkan proses distribusi kartu segera dilakukan, sehingga bantuan sosial bisa dicairkan dengan tepat waktu menjelang akhir tahun.***