Metropolitan

Jumlah Penduduk Miskin di Jakarta Alami Penurunan, Ternyata Ini Pendorongnya!

Oleh: Belinda Safitri KP Senin 21 Okt 2024, 13:42 WIB
Illustrasi. Jumlah Penduduk Miskin di Jakarta Alami Penurunan

AYOJAKARTA.COM - Kemiskinan masih menjadi salah satu permasalahan besar di Jakarta.

Di tengah gedung pencakar langit dan pusat perbelanjaan mewah, ada banyak warga yang masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

Namun, di balik segala tantangan tersebut, perlahan ada sinyal harapan yang seolah muncul.

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta menunjukkan tren penurunan angka kemiskinan yang menjadi tanda mulai adanya hasil dari upaya pemerintah dalam mengatasi masalah ini.

Baca Juga: Harga Beda Rp1 Juta, Pilih Samsung S23 atau Xiaomi 14? Cek Performa dan Kelebihannya

Pada Maret 2024, BPS mencatat angka kemiskinan mencapai 4,30 persen, turun 0,14 persen dari angka Maret 2023 yang berada di level 4,44 persen.

Hal itu merupakan capaian positif mengingat angka kemiskinan sempat melonjak akibat pandemi Covid-19 dengan angka 4,72 persen.

Periode Maret 2023-Maret 2024 mencatat penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 12.900 orang, sehingga pada Maret 2024 jumlah penduduk miskin berada di angka 464,93 ribu orang.

Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan Maret 2022, yang mencatat jumlah penduduk miskin tertinggi sepanjang 2019-2024, yaitu sebanyak 502,04 ribu orang.

Penurunan sebesar 37,11 ribu orang dari 2022 ke 2024 mencerminkan pemulihan ekonomi yang lebih stabil setelah dampak besar Covid-19.

Penurunan angka kemiskinan dalam tiga tahun terakhir tersebut mencerminkan keberhasilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menerapkan program-program pengentasan kemiskinan.

Baca Juga: Awas Salah! Ini Perbedaan MA, MK dan KY yang Suka Jadi Bahan Soal TWK di Tes CPNS

Di antaranya, kebijakan bantuan sosial, program padat karya, dan peningkatan akses pendidikan serta kesehatan untuk masyarakat miskin.

Selain itu, penurunan angka kemiskinan juga didorong oleh membaiknya beberapa indikator ekonomi makro, seperti pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi, yang kemudian meningkatkan daya beli masyarakat.

Namun, meski angka kemiskinan menurun, jumlahnya belum kembali ke level sebelum pandemi.

Angka kemiskinan Maret 2024 masih lebih tinggi dibandingkan periode sebelum pandemi pada Maret 2019 yang hanya 3,47 persen.

Oleh karena itu, pemerintah masih perlu bekerja keras melakukan berbagai upaya dalam rangka penurunan angka kemiskinan di Jakarta.***

Reporter Belinda Safitri KP
Editor Jinan Vania Barizky