AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta siap lakukan normalisasi Sungai Ciliwung sebagai salah satu upaya untuk mengurangi banjir dan kemacetan.
Selain itu, agar bisa menjadi kota global ibu kota DKI Jakarta harus segera melakukan normalisasi sungai yang menjadi salah satu indikator penting penilaian dari kota global.
Untuk melakukan normalisasi Sungai Ciliwung, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung akan fokus ke 2 kelurahan di Jakarta, yakni Cililitan di Jakarta Timur dan Pangadegan di Jakarta Selatan.
Sebagai informasi si Kelurahan Cililitan, terdapat 37 bidang yang akan terdampak dengan anggaran sekitar Rp111 miliar.
Sedangkan di Kelurahan Pangadegan, terdapat 54 bidang terdampak dengan alokasi anggaran sekitar Rp121 miliar.
"Untuk yang menjadi tanggung jawab Jakarta, ada dua kelurahan. Sehingga dengan demikian, dua kelurahan inilah yang akan kami lakukan untuk normalisasi Ciliwung," ujar Pramono, usai menghadiri kegiatan bersih dan sehat bersama sungai di Jalan Inspeksi Ciliwung, Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat, 12 November 2025.
Baca Juga: Samsung Menang Telak? Perbandingan Sepsifikasi iPhone 16 Plus vs Samsung Galaxy S25 Plus
Pentingnya Pembenahan Area Hulu
Menteri Pekerjaan Umum, Dodi Hanggodo menekankan pentingnya pembenahan di area hulu sungai sebagai strategi utama dalam peta jalan penanganan kerusakan sungai.
Menurutnya, upaya rehabilitasi dan pengerukan tidak akan memberikan hasil yang maksimal jika masalah di hulu tidak diatasi.
"Kalaupun kita hari ini bisa merehabilitasi, melakukan pengerukan dan seterusnya, tapi kalau hulunya tidak dijaga, maka kemudian manakala hujan setempat, yang turun akan lumpur lagi, lumpur lagi, lumpur lagi. Jadi hulu itu wajib kita kerjakan, kita jaga bersama-sama," jelasnya.
Oleh karena itu, untuk menyukseskan normalisasi Sungai Ciliwung ini, Menteri Pekerjaan Umum akan berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup serta Pemerintah Provinsi.***