AYOJAKARTA.COM - Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi mengeluarkan peringatan dini potensi terjadinya tanah longsor di wilayah DKI Jakarta selama bulan Desember 2025.
Peringatan ini disampaikan melalui Info Prakiraan Wilayah Potensi Gerakan Tanah yang disusun berdasarkan analisis ilmiah dan data cuaca terkini.
Prakiraan tersebut merupakan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Baca Juga: Sinyal Kuat akan Ada Wali Kota Wanita di Pemerintah Jakarta? Pramono Singgung Soal Wanita Betawi
Hasil analisis menunjukkan bahwa sejumlah wilayah di DKI Jakarta masuk ke dalam kategori Zona Menengah hingga Zona Tinggi, terutama di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
PVMBG mencatat, wilayah Jakarta Selatan yang masuk dalam zona rawan meliputi Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.
Sementara itu, di Jakarta Timur, potensi gerakan tanah teridentifikasi di Kecamatan Cipayung, Ciracas, Kramatjati, Makasar, dan Pasar Rebo.
Dalam keterangannya di media sosial Instagram, PVMBG menjelaskan bahwa Zona Menengah merupakan wilayah yang memiliki potensi sedang untuk terjadi gerakan tanah.
Pada zona ini, longsor dapat terjadi apabila curah hujan berada di atas normal, khususnya di daerah yang berbatasan langsung dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau lereng yang mengalami gangguan akibat aktivitas manusia maupun faktor alam.
Adapun Zona Tinggi merupakan wilayah dengan potensi besar terjadinya gerakan tanah. Di zona ini, tanah longsor dapat terjadi sewaktu-waktu ketika curah hujan tinggi, bahkan longsor lama yang sebelumnya tidak aktif berpotensi aktif kembali.
Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra, terutama di kawasan permukiman padat penduduk. PVMBG mengimbau seluruh pemangku kepentingan, mulai dari lurah, camat, hingga masyarakat, untuk meningkatkan kesiapsiagaan selama musim hujan.
Warga diminta memantau kondisi lingkungan sekitar, terutama retakan tanah, pohon miring, atau perubahan aliran air yang tidak biasa.
Selain itu, pemerintah wilayah diharapkan menyiapkan langkah mitigasi dini guna meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian material.
Dengan intensitas hujan yang diprediksi meningkat pada Desember 2025, kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor di DKI Jakarta menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Informasi dari PVMBG ini diharapkan dapat menjadi rujukan penting dalam upaya mitigasi bencana berbasis data dan pencegahan sejak dini.***