AYOJAKARTA.COM - Imbauan potensi cuaca ekstrem kembali dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk periode 26 Januari hingga 1 Februari 2026.
Imbauan ini diberikan sesuai dengan informasi BMKG yang diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang bisa menimbulkan bencana hidrometeorologi.
“Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana, khususnya banjir dan genangan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, Senin (26/1).
Baca Juga: Sudin LH Targetkan 187 Ton Sampah Luapan Kali Mookervart Dinagkut dalam 8 Jam!
Sebagai informasi, bencana hidrometeorologi adalah bencana alam yang terjadi akibat faktor cuaca dan iklim, seperti hujan ekstrem, angin kencang, suhu ekstrem, dan dinamika atmosfer lainnya.
Bencana hidrometeorologi dapat menimbulkan berbagai macam bencana di daerah yang terdampak seperti:
- Banjir
- Tanah longsor
- Angin puting beliung
- Kekeringan
- Gelombang panas
- Badai dan siklon tropis
Baca Juga: BPBD DKI Pastikan Genangan yang Terjadi di Sejumlah Wilayah Jakarta Telah Surut Total
BPBD DKI Jakarta juga mengajak masyarakat untuk memantau perkembangan kondisi secara berkala melalui berbagai kanal informasi resmi, seperti pemantauan tinggi muka air melalui laman bpbd.jakarta.go.id/waterlevel serta pembaruan informasi banjir di pantaubanjir.jakarta.go.id.
Selain itu, masyarakat disarankan menyiapkan perlengkapan darurat seperti payung atau jas hujan serta tas siaga bencana.
Isnawa mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi call center Jakarta Siaga 112 dalam kondisi darurat atau apabila membutuhkan pertolongan. Layanan ini beroperasi 24 jam dan dapat diakses secara gratis.***