Metropolitan

Catat! Dishub DKI Jakarta Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Imbas Pekerjaan MRT Fase 2 di Sekitar Thamrin Entrance 4

Oleh: Desi Kris Selasa 27 Jan 2026, 16:41 WIB
Dishub DKI Jakarta Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Imbas Pekerjaan MRT Fase 2 (Sumber: beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Dinas Perhubungan atau Dishub DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Kebijakan ini dilakukan seiring dengan pelaksanaan pekerjaan proyek MRT Fase 2 Segmen CP-205.

Pengerjaan tersebut berupa pengecoran Thamrin Entrance 4 di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Rekayasa ini diberlakukan mulai Januari-Oktober 2026 setiap hari pada pukul 22.00-04.00 WIB.

Baca Juga: PLN Bagikan Tiga Tips Kelistrikan Hadapi Cuaca Ekstrem

Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, pengaturan lalu lintas dilakukan guna meminimalkan dampak kemacetan serta menjamin keselamatan pengguna jalan selama proses pembangunan berlangsung.

Lokasi pengecoran trackwork ini dilakukan melalui Entrance 4 MRT Fase 2 CP-201 di Jalan MH Thamrin, tepatnya di depan Hotel Sari Pacific.

Seperti diketahui, pengecoran ini sangat membutuhkan peraturan lalu lintas karena aktivitas truk mixer yang keluar-masuk di sekitar lokasi pekerjaan.

Untuk area tunggu dan antrean truk mixer ditempatkan di kawasan Thamrin 10, dan dilarang untuk parkir di badan jalan guna mencegah gangguan arus lalu lintas.

Baca Juga: Sama-sama Dibandrol Rp15 Jutaan, Vivo X300 VS OPPO Find X9 Mana yang Lebih Worth IT Untuk Dibeli?

Dalam hal ini, Dishub DKI juga menyesuaikan jadwal pekerjaan pengecoran agar tidak mengganggu pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang rutin digelar di ruas Jalan MH Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman.

Oleh sebab itu, Dishub mengimbau agar masyarakat dapat mengikuti arahan petugas di lapangan dan selalu mengutamakan keselamatan selama melintas di sekitar lokasi pekerjaan.

Sebagai informasi, MRT Fase 2 ini adalah kelanjutan dari proyek transportasi massal yang menghubungkan kawasan Bundaran HI hingga Kota Tua.

Proyek ini diharapkan bisa meningkatkan konektivitas transportasi publik, mengurangi kemacetan, dan mendukung mobilitas warga Jakarta secara berkelanjutan.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris