AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta diketahui akan memperluas kawasan dari Pelabuhan Perikanan Muara Angke yang sempat viral karena kepadatan kapal ketika cuaca ekstrem.
Sebagai informasi, setidaknya 2.500 kapal alami penumpukan di Pelabukan Perikanan Muara Angke karena tidak melakukan aktivitas pelayaran akibat cuaca hujan.
Adanya perluasan kawasan Pelabuhan Perikanan Muara Angke ini pun mendapat respons positif dari Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewato.
Ia pun mengingatkan agar Pemprov DKI Jakarta tidak hanya melakukan perluasan namun berbarengan dengan dilakukan pengawasan yang memadai.
Perluasan infrastruktur harus diikuti tata kelola pelabuhan yang baik agar aktivitas kapal dapat berjalan optimal sesuai kapasitas yang direncanakan.
“Pada dasarnya, upaya memperluas dan memperbaiki infrastruktur pelabuhan adalah hal yang baik. Namun, hal itu harus diimbangi dengan pengaturan serta pengawasan yang memadai, sehingga pengoperasiannya benar-benar mampu menampung aktivitas kapal secara maksimal sesuai kapasitas yang direncanakan,” ujar Wahyu, Jumat (30/1).
Baca Juga: Info Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta Pusat Imbas Proyek MRT Fase 205, Berlaku hingga 7 April 2026
Lebih lanjut, ia menyampaikan, pentingnya koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di Pelabuhan Perikanan Muara Angke.
“Pengelolaan pelabuhan perikanan yang baik tentu akan menguntungkan semua pihak, termasuk masyarakat Jakarta yang dapat menikmati ketersediaan ikan untuk dikonsumsi,” katanya.
Wahyu juga menjelaskan, kepadatan di pelabuhan tidak hanya disebabkan oleh keterbatasan kapasitas, tetapi juga jumlah kapal yang melebihi daya tampung serta pengaturan pelabuhan yang belum efektif.
Dengan perluasan ini, Pemprov DKI Jakarta menargetkan ada penambahan 500-600 kapal dalam waktu dekat.
Pramono juga meminta pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghentikan sementara pemberian izin kapal baru di kawasan tersebut agar beban pelabuhan tidak semakin melampaui kemampuan operasional.***