AYOJAKARTA.COM – Produksi beras di DKI Jakarta sangat terbatas, mengingat sebagian besar wilayahnya didominasi oleh kawasan perkotaan dan padat penduduk.
Sebagaimana diketahui, lahan sawah di DKI Jakarta menunjukkan penurunan signifikan dari tahun ke tahun akibat alih fungsi lahan untuk pembangunan infrastruktur dan perumahan.
Pada tahun 2023, lahan sawah atau panen padi di DKI Jakarta tersisa 556,69 hektar dengan Jakarta Utara yang memiliki luas panen tertinggi sebesar 190,52 hektar.
Jakarta Utara memiliki luas panen tertinggi di DKI Jakarta, dengan 190,52 hektar yang merupakan mayoritas dari total lahan sawah di DKI Jakarta.
Baca Juga: Ingin Lolos SKD CPNS 2024? Pahami 5 Tips Mengerjakan Soal TIU Figural, Skor Auto Tinggi!
Menurut data dari BPS DKI Jakarta menunjukkan bahwa Kota Administrasi Jakarta Utara merupakan kota dengan total produksi padi tertinggi pada tahun 2020 sebesar 3.864,7 ton.
Kemudian, pada periode Januari-April 2021, potensi produksi beras di wilayah Ibu Kota mencapai sebanyak 423,88 ton.
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara menargetkan produksi padi sebanyak 1.587,2ton melalui lahan pertanian seluas 256 hektar dengan target produksi 6,2 ton/hektar di tahun 2024.
Kendati demikian, daerah produksi beras di Jakarta Utara ini relatif rendah dan tidak dominan dalam produksi beras nasional.
Pasalnya, DKI Jakarta sangat bergantung pada pasokan beras dari daerah dan provinsi lainnya yang ada di Indonesia.
Sekitar 99% kebutuhan beras warga Jakarta dipenuhi dari luar daerah, termasuk provinsi seperti Jawa Barat, Banten, dan Sumatera Barat.
Baca Juga: 5 HP Rp2 Jutaan Terbaik 2024 dengan SPEK DEWA, Cocok Buat Pecinta Fotografi dan Gamers!
Jika dirata-ratakan, Warga DKI Jakarta mengkonsumsi beras sekitar 100.000 ton per tahunnya berbanding terbalik dengan produksi beras yang dihasilkan setiap tahunnya.
Angka produksi beras tidak mencukupi kebutuhan beras masyarakat yang terus meningkat setiap tahunnya.
Meskipun Jakarta Utara menjadi daerah produksi beras terbesar di DKI Jakarta, namun tidak menutup peluang pemerintah DKI Jakarta bergantung pada impor dari daerah lain untuk memenuhi kebutuhan penduduk.
Secara keseluruhan, meskipun ada beberapa area pertanian di DKI Jakarta, produksi beras lokal sangat terbatas dan tidak mencukupi kebutuhan penduduk yang terus meningkat. ***