Metropolitan

Sambut HUT ke-500, Pramono Anung akan Revitalisasi Anjungan DKI Jakarta di TMII!

Oleh: Jinan Vania Barizky Selasa 24 Feb 2026, 16:44 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana merevitalisasi total anjungan daerah Jakarta yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). (Sumber: beritajakarta.id | Foto: beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana merevitalisasi total anjungan daerah Jakarta yang berlokasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Sebagai informasi, Anjungan DKI Jakarta di TMII merupakan representasi budaya Betawi dan sejarah ibu kota yang selama ini menampilkan rumah adat Betawi, seperti Rumah Kebaya dan Rumah Gudang, lengkap dengan ornamen khas serta ruang pameran budaya. Di dalamnya juga kerap digelar pertunjukan seni tradisional Betawi, seperti lenong, tari topeng, dan gambang kromong.

Anjungan tersebut dibangun untuk memperkenalkan identitas Jakarta sebagai kota dengan kekayaan budaya Betawi di tengah keberagaman nusantara yang ditampilkan di TMII.

Baca Juga: Sempat Viral, Pemilik Tembok Roboh di Area SMPN 182 Bangun Pembatas Sementara!

Namun, seiring usia bangunan yang sudah cukup lama, revitalisasi dinilai perlu dilakukan agar tampil lebih modern, representatif, dan relevan dengan perkembangan Jakarta saat ini.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, revitalisasi dilakukan untuk menyambut peringatan 500 tahun Kota Jakarta.

"Untuk anjungan Jakarta di Taman Mini, dalam rangka menyambut 500 tahun Jakarta, kami menyetujui untuk melakukan revitalisasi," ujar Pramono, usai menggelar rapat terbatas, di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (24/2).

Dikatakan Pramono, proyek revitalisasi anjungan daerah Jakarta di TMII ini akan menggunakan dana non-APBD, yakni dengan memanfaatkan dana KLB (Kompensasi Lantai Bangunan).

Baca Juga: Sah! Pemprov DKI Jakarta Buat Aturan Baru Polemik Lapangan Padel, Pramono Anung: Tidak Diperbolehkan di Zona...

Untuk pengerjaan awal revitalisasi, Pemprov DKI mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar. Kemudian untuk tahap berikutnya juga disiapkan alokasi anggaran sebesar Rp25 miliar.

"Semuanya adalah dana dari KLB sehingga tidak menggunakan APBD," tandas Pramono.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky