AYOJAKARTA.COM -- Tingkat kriminalitas di DKI Jakarta telah menjadi perhatian serius, terutama dengan meningkatnya angka kejahatan yang dilaporkan.
Angka kriminalitas DKI Jakarta semakin melonjak tiap tahunnya, pada tahun 2023, Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 52.430 perkara, meningkat sekitar 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Fenomena ini tidak hanya mencerminkan tantangan keamanan yang dihadapi oleh warga Jakarta, tetapi juga mengungkap kompleksitas sosial dan ekonomi yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejahatan di berbagai wilayah, terutama di kecamatan-kecamatan padat penduduk.
Di DKI Jakarta, terdapat beberapa daerah yang memiliki tingkat dan angka kriminalitas yang tinggi berdasarkan data kejahatan yang dilaporkan.
Menurut data terbaru dari BPS, berikut adalah wilayah-wilayah yang dikenal dengan angka kejahatan tinggi:
1.Jakarta Timur
Jakarta Timur dilaporkan memiliki angka kriminalitas sebanyak 4.577 terutama di Kelurahan Kampung Melayu dengan kejadian tawuran dan kejahatan ringan.
Baca Juga: Urutan 6 Kota di DKI Jakarta dengan Jumlah Timbulan Sampah Terbanyak, Total Capai 8607 Ton per Hari!
2. Jakarta Selatan
Jakarta Selatan memiliki angka kriminalitas sebanyak 3.093 data, tepatnya di Kecamatan Matraman yang terkenal dengan berbagai tindak pidana, termasuk pencurian dan penganiayaan.
3.Jakarta Pusat
Jakarta Pusat juga memiliki angka kriminalitas tinggi ketiga dengan data sebanyak 2.968 terutama di kecamatan Johar Baru dengan kepadatan penduduknya yang tinggi yang menyebabkan sering terjadi konflik sosial serta kejahatan ringan.
4. Jakarta Utara
Jakarta Utara memiliki angka kejahatan sebanyak 2.040 dengan Kelurahan Kalianyar yang terbanyak Tingkat kriminalitas, termasuk narkoba dan kekerasan.
5. Jakarta Barat
Jakarta Barat memiliki angka kriminalitas sebanyak 2924 data dengan Kecamatan Tambora yang tertinggi, dengan catatan kejahatan pencurian dan tawuran antarwarga.
Kenaikan kriminalitas ini dipicu oleh berbagai faktor, seperti kepadatan penduduk dan kondisi ekonomi yang semakin memburuk.
Dengan demikian, daerah-daerah di Jakarta yang memiliki kepadatan penduduk tinggi dan kondisi sosial ekonomi yang menantang cenderung menjadi pusat bagi aktivitas kriminal.***