AYOJAKARTA. COM--Dewasa ini, banyak orang tua yang ingin anaknya ikut les bahasa Mandarin Alam Sutera atau lokasi lainnya karena peluang masa depan yang sangat besar dan menjanjikan. Mengingat bahwa China memiliki posisi sebagai kekuatan ekonomi global, menguasai bahasa Mandarin tentunya mampu memberikan keunggulan kompetitif di kemudian hari.
Akan tetapi, di lain sisi orang tua juga khawatir anak akan stres jika dipaksa belajar, apalagi bahasa Mandarin sering dianggap sebagai salah satu yang paling sulit untuk dipelajari. Di sinilah peran metode Montessori sangat penting pada anak usia dini. Sebab anak usia dini belajar paling efektif melalui pengalaman sensorik mereka. Lebih lanjut, Anda bisa simak ulasan berikut.
Manfaat Metode Montessori untuk Belajar Bahasa Mandarin
1. Anak Belajar Secara Konkret
Metode Montessori sangat populer dalam pendidikan anak usia dini secara global. Metode ini berpusat pada anak , dimana anak dibebaskan dalam memilih aktivitas untuk menanamkan kemandirian, namun dengan batasan yang tetap terarah.
Metode Montessori dilakukan dengan belajar secara konkret, menggunakan alat peraga khusus yang dirancang untuk merangsang indera anak, mulai dari penglihatan, pendengaran, serta peraba.
Jadi anak bukan mempelajari hal abstrak. Dengan metode Montessori ini, mereka tidak hanya akan menghafal bunyi kata ‘Apel’ dalam bahasa Mandarin. Melainkan si kecil akan diajak secara langsung memegang replika apel, mencium aromanya, serta mencocokkan apel tersebut dengan kartu kata ‘Apel’ dalam bahasa Mandarin.
2. Kebebasan Memilih
Les Mandarin HSK Batam umumnya memiliki banyak program. Tidak hanya HSK, ada pula program Montessori untuk anak usia dini. Jika Anda mendaftarkan si kecil di kelas tersebut, anak akan dibebaskan memilih aktivitas belajar mereka sendiri.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, metode pembelajaran Montessori menekankan kebebasan terarah. Jadi guru akan menyiapkan materi, kemudian anak bebas memilih aktivitas dalam lingkungan yang terstruktur dan rapi.
Sebagai contoh, guru dapat menyediakan beberapa alat peraga untuk belajar bahasa Mandarin. Di sini si kecil boleh memilih alat peraga tersebut sesuai minat masing-masing. Dengan begitu, cara tersebut akan membangun kecintaan anak pada bahasa.
3. Sandpaper Letter untuk Belajar Hanzi
Dalam metode Montessori, biasanya digunakan sandpaper letter atau huruf raba sebagai media pembelajaran. Huruf raba tersebut juga dapat digunakan untuk belajar bahasa Mandarin, membantu membangun muscle memory dalam menulis Hanzi (aksara Mandarin).
Di les bahasa Mandarin Alam Sutera, sandpaper letter banyak yang sudah dimodifikasi menjadi bentuk sandpaper Chinese characters untuk mendukung pembelajaran. Dimana anak-anak akan diperkenalkan pada kartu yang berisikan goresan dasar Mandarin, sebelum mereka belajar karakter utuh yang kompleks.
Itu akan melatih anak mengikuti alur penulisan yang benar. Sebab urutan goresan dalam Hanzi memang sangat krusial, tidak seperti alfabet Latin yang kita kenal. Apabila sudah menguasai goresan dasar, baru kemudian berlatih karakter sederhana yang memiliki makna konkret.
4. Value Jangka Panjang
Bukan cuma soal belajar bahasa Mandarin, pembelajaran dengan metode Montessori memiliki value jangka panjang yang akan tertanam dalam diri anak. Karena pembelajarannya fokus pada praktis dan otonomi, ini akan membantu si kecil mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Metode tersebut juga akan melatih fokus dan kemandirian anak, membangun rasa percara diri berkat keberhasilan mereka menemukan makna kata sendiri, serta membangun rasa ingin tahu yang tinggi. Semua value ini akan menyiapkan anak untuk sukses secara akademik dan emosional di masa depan.
Jadi, jika Anda sebagai orang tua ingin buah hati mengenal Mandarin dengan cara alami dan menyenangkan tanpa membuatnya tertekan, program Montessori Mandarin dapat menjadi langkah awal yang tepat. Baik les Mandarin online maupun offline, pastikan tempat yang Anda tuju menawarkan program Montessori tersebut.