AYOJAKARTA.COM – Bagi warga Jakarta, istilah Dawis atau Dasa Wisma merujuk pada satu kelompok masyarakat yang berkontribusi dalam menyukseskan 10 Program PKK.
Meski secara umum banyak beranggotakan oleh perempuan, di Jakarta dan sejumlah wilayah anggota Dawis atau Dasa Wisma justru dijabat oleh laki-laki.
Menjadi representasi unit keluarga di lingkungan Rukun Tetangga, Pemprov Jakarta turut memberikan apresiasi bagi para anggota Dawis atau Dasa Wisma.
Baca Juga: Terkini! Hasil Cek Saldo Bansos Penebalan Rp400 Ribu di KKS Bank BRI pada 3 Juli 2025, Sudah Masuk?
Berdasarkan data yang dimiliki, jumlah anggota Dawis yang tercatat oleh Pemprov Jakarta berjumlah sebanyak 76.114.
Memiliki kontribusi dalam mensosialisasikan program-program pemerintah, anggota Dawis diberikan dana operasional sebesar Rp500.000.
Guna mengoptimalisasi peran dan keikutsertaan dalam menciptakan masyarakat yang selaras dengan peraturan, Pemprov Jakarta kembali menegaskan komitmennya.
Bentuk komitmen tersebut oleh Pemprov Jakarta diaktualisasikan dengan menambahkan dana operasional bagi para Anggota Dawis menjadi Rp750.000.
Sejalan dengan kenaikan dana operasional tersebut, jumlah kebutuhan anggaran Dawis yang sedianya Rp456 Miliar mengalami peningkatan menjadi Rp685 Miliar per tahun.
Dengan adanya peningkatan jumlah dana operasional ini, Pemprov Jakarta berharap kinerja para anggota Dawis akan secara simultan mengalami peningkatan.
Baca Juga: Rajanya HP Rp4 Jutaan! POCO X7 Pro Pilihan Terbaik untuk Multitasking Berat dan Gaming Lancar
Sehingga program-program pemerintah yang berkaitan erat dengan kebijakan nasional dapat terakomodir secara faktual.
Bukan hanya di Jakarta, anggota atau kelompok Dawis atau Dasa Wisma juga tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan peran yang sama.
Meski tidak berlaku secara permanen atau disesuaikan dengan wilayah dan geografis, Ketua atau Koordinator Dawis memiliki anggota yang terdiri dari sekitar 10-20 rumah.
Untuk mempermudah kinerja di lapangan, Ketua atau Koordinator Dawis mendapat kesempatan untuk mengorganisir atau membentuk kepengurusan.
Selain terdiri dari Ketua dan Sekretaris, kepengurusan dalam struktur Dasa Wisma juga meliputi Bendahara atau sesuai dengan kebutuhan.
Baca Juga: Kabar Gembira! Saldo Bansos PKH dan BPNT Masuk KKS Mandiri 3 Juli 2025, Ini Penyebab Jika Belum Cair
Adapun tugas-tugas pokok yang diamanahkan oleh Pemerintah Daerah, termasuk Pemprov Jakarta terhadap Ketua Dawis adalah melakukan pendataan dan distribusi informasi.
Data-data kependudukan yang menjadi ruang lingkup Ketua Dawis mulai dari Ibu Hamil, Balita, Kelompok Anak, Usia Sekolah, Pekerja, Lansia hingga Kematian.
Sedangkan jenis distribusi informasi dan menjadi kewajiban Ketua Dawis, adalah segala bentuk program atau kegiatan yang bersumber dari RT hingga Kelurahan.
Selain pendistribusian informasi dan pendataan, Ketua Dawis juga berkewajiban untuk melakukan pelaporan kinerja kepada Ketua Kelompok PKK di Tingkat RT.
Bukan hanya meliputi hasil pendataan, tetapi juga berbagai bentuk kegiatan sosial, swadaya atau gotong-royong yang terjadi di dalam lingkungan atau cakupan area tugasnya.***