AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mengajak warga untuk berpartisipasi dalam aksi hemat energi global untuk memperingati Hari Bumi 2026.
Melalui gerakan mematikan lampu dan perangkat listrik yang tidak diperlukan selama satu jam, Jakarta berkomitmen untuk menekan emisi karbon demi menjaga keberlangsungan planet yang kian terbebani populasi.
Aksi simbolis ini menjadi pengingat krusial bagi warga ibu kota. Berdasarkan data terbaru, populasi dunia kini telah menembus angka 8,3 miliar jiwa, sebuah lonjakan besar yang menekan kapasitas daya dukung lingkungan kita.
Jadwal dan Durasi Pemadaman
Aksi pemadaman lampu di Jakarta akan dilaksanakan serentak pada:
- Hari/Tanggal: Sabtu, 25 April 2026
- Waktu: Pukul 20.30 – 21.30 WIB (60 Menit).
Daftar Wilayah dan Jalan Protokol yang Akan Gelap Gulita
Pemadaman akan dilakukan di lima wilayah kota administrasi, mencakup gedung perkantoran pemerintah (kecuali fasilitas kesehatan seperti RS dan Puskesmas), gedung komersial, pusat perbelanjaan, hingga jalan-jalan utama. Berikut adalah rincian lokasinya:
1. Jakarta Pusat
- Jalan Sudirman (Dukuh Atas hingga Gedung Sampoerna Strategic).
- Jalan MH. Thamrin dan seputaran Jalan Medan Merdeka (depan Istana Presiden).
- Jalan Gerbang Pemuda – Jalan Asia Afrika.
- Halaman Kantor Balaikota dan Kantor Walikota Jakarta Pusat.
2. Jakarta Utara
- Jalan Yos Sudarso dan Jalan Perintis Kemerdekaan.
- Komplek Kantor Walikota Jakarta Utara.
3. Jakarta Timur
- Jalan Dr. Sumarno dan Jalan Perintis Kemerdekaan.
- Komplek Kantor Walikota Jakarta Timur.
4. Jakarta Barat
- Jalan Daan Mogot dan Jalan Kembangan Raya.
- Komplek Kantor Walikota Jakarta Barat.
5. Jakarta Selatan
- Jalan Prapanca Raya dan Jalan Rasuna Said.
- Jalan Sudirman (Gedung Sampoerna Strategic – Patung Pemuda).
- Jalan Gerbang Pemuda – Jalan Asia Afrika.
- Gedung Walikota Jakarta Selatan.
Landmark Ikonik yang Akan Padam
Sejumlah landmark simbol kota Jakarta juga akan mematikan lampunya secara total selama satu jam, di antaranya:
- Monumen Nasional (Monas)
- Gedung Balaikota
- Bundaran Hotel Indonesia
- Patung Arjuna Wiwaha
- Patung Pemuda
- Patung Pahlawan dan Patung Jenderal Sudirman.
Mengapa Aksi Ini Begitu Penting?
Peringatan Hari Bumi tahun ini membawa pesan mendalam mengenai ambang batas kemampuan alam.
Para peneliti mengungkapkan bahwa kapasitas daya tampung optimum Bumi sebenarnya hanya berkisar di angka 2,5 miliar jiwa, jauh di bawah angka populasi saat ini yang mencapai 8,3 miliar.
Dengan pertumbuhan penduduk global yang diprediksi menyentuh 9,8 miliar pada 2050, upaya pengurangan emisi menjadi sangat mendesak agar alam tetap sanggup menopang kehidupan.
Aksi serupa yang dilakukan sepanjang tahun 2025 terbukti memberikan dampak positif yang nyata bagi lingkungan dan ekonomi Jakarta, dengan capaian sebagai berikut:
- Penghematan Listrik: 439,76 MWh.
- Penurunan Emisi: 365,53 ton CO2.
- Penghematan Ekonomi: Mencapai Rp636.655.763.
Partisipasi masyarakat dalam mematikan lampu selama satu jam pada 25 April mendatang diharapkan dapat melampaui pencapaian tahun sebelumnya sebagai bukti nyata kepedulian warga Jakarta terhadap masa depan Bumi.***