Metropolitan

CFD Rasuna Said Didorong Jadi Simbol Tata Kelola Baru Jakarta

Oleh: Desi Kris
Kawasan Rasuna Said yang Dijadikan Lokasi CFD (Sumber: beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Rencana pelaksanaan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di koridor Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan mendapat dukungan dari Komisi A DPRD DKI Jakarta.

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu menilai kawasan tersebut memiliki posisi strategis untuk merepresentasikan wajah baru Jakarta sebagai kota global.

Menurutnya, Rasuna Said selama ini dikenal sebagai pusat bisnis, diplomasi, transportasi, hingga kawasan aktivitas masyarakat urban yang mencerminkan dinamika ibu kota modern.

“Kalau mau bicara Jakarta menuju kota global, kawasan ini memang salah satu etalasenya,” ujar Kevin.

Oleh sebab itu, ia mendorong kegiatan ini bisa menjadi simbol tata kelola baru di ibu kota.

Namun, Kevin juga mengingatkan agar pelaksanaan CFD di kawasan tersebut tidak berhenti sebatas agenda seremonial dalam rangka pencanangan HUT ke 499 Kota Jakarta saja.

Ia meminta Pemprov DKI Jakarta untuk memastikan kualitas pelayanan publik dan penataan kawasan dapat berjalan beriringan dengan kegiatan tersebut.

“Jangan sampai Rasuna Said dibuat cantik satu hari untuk seremoni, tapi setelah itu warga tetap menghadapi masalah lama seperti macet, parkir liar, trotoar tidak nyaman, PKL tidak tertata, sampah menumpuk, transportasi belum terintegrasi, dan pelayanan publik yang belum siap,” katanya.

Menurutnya, konsep kota global harus diwujudkan melalui kondisi kota yang tertib, bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat, bukan hanya lewat acara besar atau pembangunan fisik semata.

Jika kegiatan ini bisa dikelola dengan serius, konsisten, dan berbasis kebutuhan warga, kata Kevin, hal ini bisa jadi standar baru ruang publik di ibu kota.

Lebih lanjut, Kevin juga meminta agar Pemprov DKI untuk mengkaji lalu lintas yang komprehensif, pengaturan transportasi publik, titik parkir resmi, pengendalian PKL, sistem kebersihan, toilet umum, posko kesehatan, pengamanan, akses darurat, hingga fasilitas yang ramah bagi lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.

Tak lupa ia juga mengingatkan, pentingnya koordinasi antarperangkat daerah agar tidak sekadar menjadi formalitas rapat seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Gulkarmat, Dinas Kesehatan, Dinas Kebudayaan, Disparekraf, Diskominfotik, hingga jajaran wilayah.

Lebih lanjut, Kevin juga mengusulkan penyusunan SOP terpadu untuk pelaksanaan CFD Rasuna Said.

Menurutnya, konsep kota global bukan hanya identik dengan bangunan tinggi, acara internasional, atau seremoni besar.

Tapi, kota global harus mampu untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Jakarta kota global adalah ketika warga bisa berjalan kaki dengan aman, menggunakan transportasi publik dengan nyaman, berolahraga di ruang publik secara tertib, serta mendapatkan pelayanan pemerintah yang cepat dan manusiawi,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa koridor Rasuna Said yang dijadikan lokasi CFD ini harus bisa menjadi etalase tata kelola baru Jakarta, bukan hanya sekadar panggung perayaan.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris