AYOJAKARTA.COM - Upaya pemerintah untuk meningkatkan konektivitas transportasi publik di Jakarta terus dilakukan.
Salah satu langkah yang dilakukan saat ini adalah integrasi antara Stasiun Karet dan Stasiun BNI City yang ditargetkan selesai pada akhir 2026.
Rencana integrasi kedua stasiun tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin.
Bobby mengatakan bahwa integrasi kedua stasiun tersebut akan dibuat senyaman mungkin bagi para penumpang.

Rencananya, KAI akan membangun fasilitas travelator atau eskalator datar seperti yang ada di bandara untuk memberi pelayanan terbaik bagi pelanggan.
Kenapa Harus Digabung?
Alasan kedua stasiun tersebut diintegrasikan adalah jaraknya yang terlalu dekat yang hanya 150 meter.
Kereta harus berhenti dua kali dalam waktu yang singkat.

Selain itu, area perlintasan sebidang yang minim keselamatan dan operasional lebih efisien jika stasiun digabungkan.
Nantinya, aktivitas akan dipusatkan di BNI City (Sudirman baru) yang memiliki kapasitas lebih besar.
Jika integrasi ini terealisasi maka perjalanan KRL lebih lancar, perpindahan moda lebih mudah, dan kawasan Dukuh Atas makin terintegrasi.***