AYOJAKARTA.COM - Sejumlah elemen masyarakat, buruh, dan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi besar di Jakarta pada Kamis, 18 Juni 2026.
Massa memadati beberapa titik strategis seperti kawasan GBK, Monas, hingga Istana Negara.
Setiap kelompok membawa poin tuntutan yang krusial untuk disampaikan kepada pemerintah.
Berikut adalah rincian tuntutan utama dalam gelombang unjuk rasa di Jakarta hari ini.
Penolakan Eksekusi Lahan Hotel Sultan
Aksi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dipicu oleh agenda eksekusi pengosongan lahan Hotel Sultan.
Massa simpatisan dan karyawan hotel berkumpul untuk menolak tindakan tersebut.
Mereka menyuarakan penolakan karena proses hukum atau gugatan terkait sengketa lahan tersebut dinilai masih bergulir di pengadilan.
Sorotan Tajam Terhadap Isu Ekonomi dan Politik
Kelompok mahasiswa dari PMKRI, Aliansi Mahasiswa Jakarta Pinggiran, dan LBH Tridharma menyoroti kondisi nasional yang kian tidak menentu.
LBH Tridharma sendiri membawa gabungan mahasiswa dari kampus UPN, UNJ, Unpam, hingga Atmajaya.
Para mahasiswa melayangkan kritik keras terhadap sistem pemerintahan yang sedang berjalan. Ada tiga poin ekonomi utama yang menjadi materi protes mereka:
- Nyaringnya sorotan terhadap pelemahan nilai tukar Rupiah.
- Protes massal mengenai kebijakan kenaikan harga BBM.
- Tuntutan penyelesaian masalah kesejahteraan yang dirangkum dalam enam tuntutan krusial.
Protes Aliansi Perempuan Indonesia di Istana Negara
Gelombang unjuk rasa juga datang dari Aliansi Perempuan Indonesia yang menggandeng sedikitnya 90 organisasi.
Memulai long march dari Dukuh Atas ke Istana Negara, massa membawa alat dapur dan baju merah muda.
Aksi ini menjadi simbol bahwa rakyat semakin sulit memenuhi kebutuhan hidup akibat krisis ekonomi.
Aliansi yang didominasi buruh perempuan ini membawa tiga tuntutan utama:
- Mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menurunkan harga BBM.
- Membuka lapangan pekerjaan yang luas demi menekan angka PHK.
- Menghentikan proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai memakan anggaran besar demi kepentingan elite.
Silang Pendapat Terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Kebijakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu isu yang paling memicu perdebatan di lapangan.
Di satu sisi, Aliansi Perempuan Indonesia menuntut program ini dihentikan karena memicu efek domino kenaikan harga bahan pokok.
Di sisi lain, terdapat kelompok massa yang justru menyuarakan dukungan agar program MBG tetap berlanjut.
Namun, kelompok pro-MBG ini memberikan catatan khusus. Mereka meminta pemerintah mengubah sasaran program agar difokuskan hanya untuk siswa sekolah rakyat.***