AYOJAKARTA.COM- Ibu Kota DKI Jakarta diketahui saat ini mengalami peningkatan indeks kota global yang sebelumnya beradai di peringkat 74 kini berada di posisi 61.
Menanggapi peningkatan ini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang hadir dalam sebagai pembicara di acara Indonesia Summit (IS) 2026 di Gedung Tribrata Dharmawangsa, pada Kamis, 18 Juni 2026 menyebutkan memiliki target untuk menembus 60 besar kota global pada tahun ini.
"Dan target saya, di tahun ini mudah-mudahan kita sudah di angka 60. 60 lebih lah, tapi di angka 60. Apakah bisa? Saya yakin bisa, kalau kemudian apa yang sekarang ini kita rencanakan, kita bangun, bisa terwujudkan," ujar Pramono.

Lebih lanjut, Pramono pun membagikan berbagai langkah yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta agar bisa mencapai target tersebut,
Mulai dari perbaikan yang dilakukan dari berbagai sektor sebut saja transportasi umum yang semakin diperluas hingga luar wilayah melalui Transjabodetabek.
Konektivitas sistem transportasi di Jakarta juga telah mencapai 93 persen, sehingga mendorong peningkatan penggunaan transportasi umum dari 22 persen menjadi hampir 30 persen. Bahkan, infrastruktur publik Jakarta pun saat ini berada di peringkat dua di ASEAN.
Pramono juga menyampaikan komitmennya dalam menyelesaikan berbagai permasalahan gubernur-gubernur sebelumnya. Salah satunya yakni pembongkaran monorel di Jalan Rasuna Said. Rencananya, kawasan yang telah dirapikan tersebut akan diresmikan pada 21 Juni 2026.
Contoh lain yakni pembangunan jembatan penghubung sepanjang 300 meter dari Jakarta International Stadium (JIS) menuju Ancol. Melalui jembatan ini, para pengunjung JIS bisa memarkirkan kendaraannya di Ancol. Selain itu, stasiun KRL yang berada di bawah jembatan penghubung Ancol-JIS juga akan diresmikan pada 22 Juni mendatang.

Sementara untuk mewujudkan Jakarta masuk dalam jajaran 20 besar kota global atau Jakarta Rise #20, Pemprov DKI juga telah menerapkan Intelligent Traffic Control System dalam mengatur transportasi.
Pemprov DKI diketahui melakukan pemanfaatan CCTV dengan Polda Metro Jaya untuk memperkuat keamanan. Optimasi layanan publik juga terus ditingkatkan melalui aplikasi JAKI, Jakarta Satu, hingga digitalisasi transaksi di pasar-pasar di bawah naungan Pemprov DKI.
Pramono juga mengungkapkan, sebagian besar pembangunan di Jakarta saat ini dilakukan tanpa menggunakan APBD, seperti pembangunan Taman Bendera Pusaka.***