Metropolitan

Program Padat Karya 2026 Pemprov DKI Jakarta Dinilai Bisa Jadi Bantalan Ekonomi Warga di Ibu Kota

Oleh: Desi Kris
Program Padat Karya (Sumber: beritajakarta.id)

AYOJAKARTA.COM - Program Padat Karya 2026 yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta mendapat apresiasi dari DPRD DKI Jakarta.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike menilai bahwa program Padat Karya 2026 ini dapat menjadi salah satu bantalan ekonomi bagi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis.

Program yang melibatkan lebih dari 2.800 tenaga kerja ini dianggap mampu memberikan peluang kerja jangka pendek bagi warga, sekaligus membantu pelaksanaan berbagai kegiatan berbasis proyek di lingkungan dinas terkait.

Menurut Yuke, keberadaan program ini adalah langkah positif yang bisa membantu masyarakat, khususnya mereka yang saat ini masih membutuhkan pekerjaan.

Ia menyebut bahwa program Padat Karya ini tidak hanya memberikan kesempatan kerja, tapi juga membantu warga DKI untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga di tengah berbagai tantangan yang dihadapi warga ibu kota.

"Program padat karya ini cukup baik untuk membantu tenaga kerja dan membuka lapangan pekerjaan. Apalagi jika melibatkan warga sekitar yang memang membutuhkan pekerjaan,” ujar Yuke, Jumat (19/6).

Lebih lanjut, Yuke menekankan pentingnya kejelasan dalam pelaksanaan program, khususnya terkait mekanisme, persyaratan, serta status tenaga kerja yang dilibatkan.

Ia mengingatkan agar pemerintah daerah memastikan informasi program tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.

Selain itu, Yuke juga menyoroti pentingnya transparansi dalam proses seleksi peserta.

Ia menegaskan bahwa pemilihan tenaga kerja harus dilakukan secara terbuka dan mengutamakan warga yang benar-benar membutuhkan.

"Jangan sampai niat baik pemerintah justru menimbulkan masalah karena penyampaian informasi atau proses seleksi yang kurang tepat," katanya.

Melalui program ini, Yuke berharap bisa terus dikembangkan sebagai salah satu langkah berkelanjutan dalam membantu masyarakat memperoleh penghasilan, meski bersifat sementara.

Sebab, di tengah keterbatasan anggaran, program yang melibatkan masyarakat secara langsung tetap memiliki nilai penting karena manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh yang membutuhkan.***

Reporter Desi Kris
Editor Desi Kris