Metropolitan

Islam Jadi Agama Mayoritas di DKI Jakarta, Peringkat Kedua Kristen atau Katolik? Begini Kata Data BPS...

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Selasa 08 Okt 2024, 16:08 WIB

AYOJAKARTA.COM - Jakarta, ibu kota Indonesia yang padat penduduk, dikenal sebagai kota multikultural dengan berbagai agama yang dianut oleh warganya.

Berdasarkan data BPS DKI Jakarta tahun 2023, Islam masih menjadi agama mayoritas di provinsi DKI Jakarta, diikuti oleh agama lainnya.

Dalam laporan tersebut tercatat bahwa dari total penduduk DKI Jakarta, sebanyak 9.507.379 jiwa beragama Islam. Angka ini jauh melampaui jumlah penganut agama lain di wilayah tersebut.

Baca Juga: Tips WhatsApp: Aktifkan Fitur Ini Jika Ingin Lihat Story WA Teman Tanpa Ketahuan

Islam menjadi agama yang paling dominan, mencerminkan budaya mayoritas di Indonesia, yang memang dikenal sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

Agama Kristen berada di posisi kedua dengan total penganut sebanyak 974.974 jiwa.

Penganut Kristen ini tersebar di seluruh wilayah Jakarta, dengan konsentrasi terbesar berada di Jakarta Barat, yang mencapai 276.166 jiwa.

Sedangkan agama Katolik berada di urutan ketiga dengan 441.034 jiwa, jumlah penganutnya lebih sedikit dibandingkan Kristen. Jakarta Barat juga memiliki jumlah penganut Katolik yang paling banyak, yakni 151.275 jiwa.

Lalu penganut agama di urutan ketiga? Hindu atau Buddha

Dari data yang ada, jumlah penganut Buddha ternyata lebih besar dibandingkan Hindu.

Baca Juga: 6 Hp Keluaran Terbaru 2024! Spesifikasi Gahar Baterai 5160 mAh, RAM 8GB dan ROM 256GB

Tercatat ada 391.615 penganut Buddha di DKI Jakarta, yang tersebar di berbagai wilayah, dengan konsentrasi terbesar berada di Jakarta Barat, yaitu sebanyak 201.359 jiwa.

Sementara itu, jumlah penganut agama Hindu di Jakarta jauh lebih sedikit, yakni hanya 20.302 jiwa. Wilayah dengan jumlah penganut Hindu terbanyak adalah Jakarta Timur dengan 5.620 jiwa.

Konghucu dan aliran kepercayaan lainnya juga tercatat dalam statistik, namun jumlahnya relatif kecil.

Konghucu, yang kerap dianut oleh etnis Tionghoa di Jakarta, memiliki sekitar 1.874 penganut di seluruh provinsi. Sementara itu, aliran kepercayaan lainnya hanya berjumlah 385 jiwa, menjadikannya kategori dengan penganut paling sedikit.

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa Jakarta adalah rumah bagi berbagai agama dan keyakinan, meskipun Islam tetap mendominasi.

Keragaman ini menjadi cerminan dinamika sosial dan budaya di ibu kota Indonesia. Dengan perbedaan agama yang signifikan, Jakarta tetap menjadi kota yang harmonis dalam keragaman.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Jinan Vania Barizky