AYOJAKARTA.COM - Debat perdana calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta tahun 2024 selesai digelar.
Ketiga paslon, Ridwan Kamil-Suswono, Dharma Pongrekun-Kun Wardana, dan Pramono Anung-Rano Karno telah menyampaikan gagasan, visi misi, dan program kerjanya.
Dalam debat perdana Pilgub Jakarta 2024, penyataan Cagub nomor urut dua, Dharma Pongrekun mendapat sorotan publik yang blak-blakan menyebut pandemi Covid hanya isu kesehatan dan konspirasi.
Debat perdana Pilgub DKI Jakarta tahun 2024 telah digelar kemarin malam, hari Minggu 6 Oktober 2024.
Bertempat di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, ketiga paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta telah menyampaikan visi-misi dan tujuan untuk menyejahterakan Jakarta dan masyarakat yang berdomisili di dalamnya.
Saat debat perdana berlangsung, begitu banyak pendukung masing-masing pasangan calon baik paslon nomor urut satu Ridwan Kamil-Suswono, nomor urut dua Dharma Pongrekun-Kun Wardana, dan dan nomor urut tiga Pramono Anung-Rano Karno yang datang dan menyaksikan langsung jalannya debat.
Visi-misi yang disampaikan oleh masing-masing paslon sangat menggambarkan profil dari Jakarta secara demografi.
Baca Juga: Review Lengkap Samsung Galaxy S24 FE! Smartphone Flagship Paling Terjangkau Tahun 2024
Mayoritas didominasi oleh kalangan menengah ke atas dari segi pendidikan dan ekonomi sehingga memang visi misi masing-masing paslon serta janji politik itu lebih mudah dicerna dan dibedah oleh pemilih.
Pemilih banyak yang kritis dan berasal dari kelompok-kelompok rasional sehingga visi misi benar-benar diperhatikan oleh masyarakat Jakarta.
Apakah akan masuk akal jika nanti diterapkan di Jakarta setelah nanti tidak lagi menjadi ibukota negara atau menjadi Daerah Khusus Jakarta.
Pasangan calon nomor urut dua, Dharma Pongrekun-Kun Wardana juga menyampaikan visi-misi dalam debat perdana Pilgub Jakarta 2024.
Baca Juga: 9 Samsung Galaxy A Series Terbaru Oktober 2024! Lengkap dengan Informasi Harga dan Spesifikasinya
Ada tujuh visi misi paslon nomor urut dua yang dijelaskan dalam debat perdana Pilgub DKI Jakarta tahun 2024.
Di antaranya mewujudkan transformasi Jakarta menjadi pusat keunggulan dari tatanan nasional, regional, dan global, pemeliharaan kesehatan masyarakat, penanganan macet, dan pusat perekonomian nasional dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan budaya.
Selain itu penanggulangan banjir, penguatan konektivitas informasi dan reformasi teknologi tepat guna serta hemat menjadi tolok ukur pencapaian visi misi paslon nomor urut dua Dharma Pongrekun-Kun Wardana.
Tema debat perdana Pilgub Jakarta 2024 adalah Penguatan Sumber Daya Manusia dan Transformasi Jakarta menjadi Kota Global.
Saat debat perdana, Ridwal Kamil, cagub nomor urut satu memberikan pertanyaan kepada Dharma Pongrekun terkait dengan penguatan dan perlindungan sumber daya manusia yang terdampak Pandemi Covid-19.
Dharma Pongrekun pun memberikan pernyataan yang mengejutkan terkait Pandemi Covid.
Baca Juga: Sama-Sulit Masuk dan Susah Lulus, Ini Perbedaan Penting Fakultas Teknik dengan Kedokteran
Dharma secara blak-blakan bahwa Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia adalah isu kesehatan dan adanya teori konspirasi yang ada di dalamnya.
"Persoalan Pandemi adalah persoalan isu kesehatan. Kita harus belajar melihat bukan yang tertulis tetapi yang tersirat," ungkapnya.
"Kita harus waspada dari setiap isu yang ada, apa memang genuine atau merupakan infiltrasi untuk mengambil alih kedaulatan bangsa lewat isu kesehatan dan juga mengancam kedaulatan bangsa," ujar Dharma, dikutip AyoJakarta.com dari unggahan YouTube Official iNews, hari Senin, 7 Oktober 2024.
Menurutnya, pandemi Covid-19 merupakan bentuk konspirasi hingga adanya agenda terselubung dari pihak asing untuk mengambil alih kedaulatan bangsa.
"Saya paham betul tentang pandemi ini. Pandemi ini adalah agenda terselubung dari asing untuk mengambil alih kedaulatan bangsa sehingga terlihat sekali begitu rapuhnya bangsa ini sampai harus mengikuti istilahnya ikut kenapa bukan tofik tapi kenapa ngikutin covid," tambahnya.
Dharma secara terang-terangan mengungkap dugaan adanya malfungsi dari alat yang digunakan untuk mengetes suspensi virus Covid-19 yang menjangkit manusia.
Baca Juga: Sama-Sulit Masuk dan Susah Lulus, Ini Perbedaan Penting Fakultas Teknik dengan Kedokteran
"Bahkan banyak di antara kita yang tidak paham bahwa PCR yang selama ini boleh diuji itu bukan untuk mengetes virus. Jadi itu hanya untuk mengecek asidesis," ujarnya.
"Kenapa harus dicolok-colok kenapa tidak ambil dari ludah kalau mau mengetes virus," beber Dharma.
Dharma juga menegaskan bahwa sebagai pemimpin otonomi daerah nantinya misalnya Gubernur DKI Jakarta harus dapat tegas dan memperjuangkan segala sesuatu untuk melindungi warganya.
Selain itu, pemimpin juga wajib melindungi warganya agar terhindar dari segala bentuk konspirasi yang dapat menghancurkan ekonomi dan perkembangan kemajuan masyarakat.
"Makanya seorang pemimpin DKI atau otonomi daerah harus memperjuangkan segala sesuatu untuk melindungi warganya." ujarnya.
"Jangan sampai gara-gara pandemi, ekonomi hancur, dibiasakan online, UMKM hancur, dan kemudian rakyat ditakut-takuti." tambahnya.
Dharma juga mengkritisi bahwa dugaan konspirasi Covid-19 ini hanya omong kosong yang bertujuan untuk merusak perkembangan mental dan psikologis masyarakat karena mengalami berbagai krisis.
"Bagaimana kita bisa menuju kota global yang sejati kalau nanti rakyatnya disakiti, pikiran dirusak, badannya diracuni. Semua itu hanya omong kosong belaka," paparnya.
"Mari kita sama-sama sukseskan motto Suksesnya Jakartaku aman karena indahnya adab," pungkasnya.