Metropolitan

Debat Perdana Pilgub Jakarta 2024, RK-Suswono, Dharma-Kun, Pramono-Rano Siap Adu Gagasan, Pengamat: Jangan Lupa Gimik!

Oleh: Dewi Nurrohmah Wulansari,Sp Minggu 06 Okt 2024, 18:56 WIB
Debat perdana calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2024 digelar hari ini, Minggu, 6 Oktober 2024.

AYOJAKARTA.COM -- Debat perdana calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta tahun 2024 digelar hari ini, Minggu, 6 Oktober 2024.

Bertempat di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, debat perdana Pilgub Jakarta tahun 2024 dimulai pukul 19.00 WIB.

Nantinya ketiga pasangan calon, Ridwan Kamil-Suswono, Dharma Pongrekun-Kun Wardana, dan Pramono Anung-Rano Karno akan mengemukakan visi misi serta program kerja ketika terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2024-2029.

Baca Juga: Debat Pilgub Jakarta 2024 Perdana Besok, Rano Karno Sebut Persiapannya tentang Program

Ketiga paslon Pilgub Jakarta sudah menebar janji melalui rencana program kerja dan visi misi di masa kampanye demi memikat hati calon pemilih.

Berbagai persiapan telah dilakukan ketiga pasangan calon untuk menghadapi debat perdana Pilgub Jakarta 2024.

Calon gubernur nomor urut satu, Ridwan Kamil menyatakan bahwa salah satu PR besar adalah bagaimana bisa menyampaikan programnya dalam waktu singkat dan dapat diterima oleh masyarakat.

Baca Juga: Soal Persiapan Debat Perdana Pilgub Jakarta 2024, Ridwan Kamil: Ngobrol dengan Ahok

"Sesuai temanya, sudah dibaca poin-poin yang disampaikan, sudah dihafal-hafal, kira-kira yang perlu dilatih dalam waktu yang pendek, bagaimana pesan dapat diterima dengan semaksimal mungkin," ujar Ridwan, dikutip AyoJakarta.com dari unggahan YouTube Kompas TV, hari Minggu, 6 Oktober 2024.

Sementara calon gubernur nomor urut dua, Dharma Pongrekun mengatakan bahwa tidak punya persiapan khusus untuk menghadapi debat perdana Pilgub Jakarta 2024.

Dharma bilang hanya perlu menghafal program-programnya menuju debat perdana.

"Persiapan khusus tidak ada. Hal yang menjadi perhatian dan fokus saya, gak ada yang lain kok," ungkapnya.

Baca Juga: Persiapan Jelang Debat Pilgub Jakarta, Jubir Sebut Ridwan Kamil dan Suswono Sudah Latihan dan Tetap Blusukan

"Kalau kita learning by doing maka semua akan menjadi mudah. Kalau bukan berangkat dari hati pasti mikir apalagi diajari orang. Maka omongannya akan menghafal." tutur Dharma.

Berbeda dengan kedua paslon, calon gubernur nomor urut tiga, Pramono Anung, menyebut dia dan pasangannya, Rano Karno sudah biasa menjalani debat dan tidak perlu ada latihan khusus jelang debat perdana Pilgub Jakarta 2024.

"Udah terbiasa untuk itu dan tidak perlu ada latihan khusus untuk itu maka kami tidak mempersiapkan diri secara khusus."

"Karena apa yang sudah saya sampaikan selama ini ke publik mengenai RT, RW, jumantik, kemudian posyandu, balai rakyat, itu yang akan menjadi program kami termasuk Jakarta funding, termasuk juga pembukaan lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, dN sebagainya. Jadi bukan hal yang baru ya," jelas Pramono.

Baca Juga: Sebut Punya Pengalaman, Ridwan Kamil Siap Benahi Sungai Ciliwung Jika Menang Pilgub Jakarta 2024

Menanggapi debat perdana Pilgub Jakarta 2024, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi memberikan pandangannya.

Menurutnya, selain adu gagasan yang nantinya akan disampaikan oleh masing-masing paslon, di debat perdana Pilgub Jakarta 2024 ini juga perlu adanya gimik-gimik kecil.

Hal ini bertujuan agar gagasan yang disampaikan oleh masing-masing paslon sampai ke pemilik dengan lebih mendalam

"Gagasan penting terutama buat warga Jakarta yang rasional tetapi jangan lupa dalam politik elektoral, gagasan kalau tidak dipacking atau dibungkus secara baik melalui gimik yang menarik itu gagasan tidak akan nyampai ke pemilik," ujar Burhanuddin.

Baca Juga: Pramono Anung Siap Hadapi Debat Pilgub Jakarta 2024, Sebut Tak Ada Persiapan Khusus

Burhanudin berujar bahwa tingkat pendidikan menengah ke bawah yang masih dimiliki oleh pemilih di wilayah Provinsi DKI Jakarta bisa menjadi sasaran penyerapan gagasan melalui gimik agar lebih mudah diterima.

"Jangan lupa, meskipun tingkat pendidikan di Jakarta lebih baik ketimbang Nasional, masih banyak juga segmen pendidikan menengah ke bawah dan itu perlu gimik-gimik yang menarik," katanya.

"Agar pesan kampanye yang dibawa ketiga paslon nyampai ke seluruh segmen masyarakat," pungkasnya.

Reporter Dewi Nurrohmah Wulansari,Sp
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil