AYOJAKARTA.COM -- Menyikapi kontestasi Pilkada Jakarta, mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan meminta agar para pendukungnya tidak bersikap tergesa-gesa.
Pernyataan ojo kesusu yang disampaikan Anies Baswedan tersebut mencuat karena elektabilitas peserta Pilkada Jakarta diprediksi akan meroket karena dukungan Abah.
Diyakini memiliki dukungan yang signifikan, para paslon Pilkada Jakarta berusaha merangkul Anies Baswedan sebagai salah satu strategi politik menuju kursi Gubernur.
Menyikapi fenomena Anies sebagai pendongkrak elektabilitas, Musthofa Faruq selaku Jubir pasangan Rido memberikan tanggapan.
Menurut Musthofa, setiap individu yang memiliki hak pilih di Pilkada Jakarta akan dapat mempengaruhi perolehan suara peserta peserta.
Bukan semata-mata karena sosok Anies, Musthofa menilai elektabilitas pasangan Rido akan menjadi berbeda jika mendapat dukungan dari para Anak Abah.
Namun demikian, Musthofa tidak dapat secara pasti meyakini bahwa pilihan Anies akan sama dengan para pendukungnya.
Meski menempati urutan pertama di survei, Musthofa tidak menampik pasangan Rido akan memperoleh kemenangan mutlak jika mendapat dukungan solid dari pendukung Anies.
“Dalam konteks Pilkada, siapapun mengharapkan suara siapapun, baik itu Pak Anies ataupun Anak-Anak Abah,” ungkap Musthofa.
Lebih lanjut Musthofa menambahkan, suara Anies bisa saja berbeda dengan Anak Abah karena pilihan merupakan hak pribadi yang dijamin konstitusi.
Baca Juga: Basis Pendukung RIdwan Kamil-Suswono Bertambah, Berasal dari Pendukung Anies Baswedan?
Tanggapan senada terkait potensi kemenangan karena dukungan Anies, juga disampaikan oleh Jubir pasangan Pramono-Rano.
Menurut Iwan Tarigan, dukungan dari Anies Baswedan serta Anak Abah merupakan sebuah oase yang mampu membawa kebahagiaan bagi pasangan Pramono-Rano.
Berbekal suara bulat yang didapat dari para pendukung Anies, Iwan optimis pasangan Pramono-Rano akan menang dalam satu putaran Pilkada.
Sehingga tambahan suara yang diperoleh Pramono-Rano akan melonjak signifikan apabila mendapat dukungan dari Anak Abah.
“Jadi kalau nanti suara Anak Abah atau pendukung Anies mendukung Pramono-Rano, ada kemungkinan besar untuk langsung menang satu putaran,” jelas Iwan.
Sehubungan dengan pernyataan yang disampaikan Anies untuk tidak bersikap tergesa-gesa, Sam Darma Putra Ginting yang merupakan pendukung Abah memberi tanggapan.
Menurut perspektif Sam secara pribadi, setiap individu yang merupakan pendukung Anies memiliki alasan tersendiri dan bisa disebabkan karena berbagai pertimbangan.
Selain karena ide gagasan perubahan, sikap dukungan terhadap Anies juga bisa datang karena alasan politik atau hal lain.
Karena itu, salah satu cara paling aman bagi Anies untuk tetap bisa mempertahankan hegemoni popularitas politiknya adalah dengan memberikan pernyataan Ojo Kesusu.
“Seandainya Pak Anies mengusung pasangan tertentu di Pilkada Jakarta secara terbuka, ada kemungkinan pendukungnya mencerca,” jelas Sam.***