AYOJAKARTA.COM – Mendekati hajat nasional di seluruh Indonesia pada 27 November 2024 mendatang, persiapan Pilkada Jakarta mulai diwarnai dengan aksi saling sindir.
Adanya perbedaan strategi dan pendekatan yang dilakukan dalam menyambut Pilkada Jakarta, membuat masing-masing paslon mulai membuat statement.
Pernyataan paslon Ridwan Kamil-Suwono atau Rido terkait lebih fokus belanja masalah jelang Pilkada Jakarta ketimbang selfie, ditengarai sebagai bentuk sindiran ke paslon lain.
Meski tidak secara eksplisit, publik langsung mengaitkan pernyataan Rido dengan strategi yang dipilih pasangan Pramono-Rano.
Sebagaimana menjadi pemberitaan, jelang pelaksanaan Pilkada Jakarta pasangan Pramono-Rano berulang kali menyambangi acara Car Free Day (CFD) untuk berfoto dengan warga.
Baca Juga: Pendaftaran KPPS Pilkada 2024 Telah Dibuka, Ini Besaran Gaji yang Didapatkan
Kunjungan pasangan Pramono-Rano bersama Cak Lontong yang merupakan timses, diyakini banyak kalangan sebagai strategi mendongkrak popularitas dan elektabilitas.
Menyikapi anggapan masyarakat terkait adanya aksi saling sindir antar paslon, Ahmad Riza Patria yang merupakan timses pasangan Rido memberi tanggapan.
Menurut Rido, substansi pernyataan Rido tidak bertujuan untuk menyindir pasangan Pramo-Rano sebagaimana anggapan publik.
Pilihan pasangan Rido untuk lebih fokus belanja masalah dan membuat peta persoalan bersama warga Jakarta, menurut Riza lebih menjadi prioritas.
“Yang dimaksud RK adalah kami berfokus belanja masalah, keliling, kalau ke CFD semua orang ingin ke CFD,” jelas Riza, dikutip dari kanal YouTube METRO TV, Kamis, 19 September 2024.
Baca Juga: Kamu Ingin Jadi Petugas KPPS Pilkada 2024? Ini Dia Jadwal, Persyaratan dan Dokumen Pendaftarannya!
Lebih lanjut Riza menegaskan pasangan Rido sudah memiliki agenda untuk bisa hadir di acara CFD dan menyapa warga Jakarta.
Selain hadir di acara CFD, Riza juga menyebut pasangan Rido yang berencana akan membuat CFD Night jika mendapat dukungan dari warga Jakarta.
Selain tim sukses pasangan Rido, tanggapan terkait dengan aksi saling sindir juga datang dari Chiko Hakim yang merupakan timses Pramono-Rano.
Menurut Chico, pasangan Pramono-Rano yang didukungnya tidak sama sekali menganggap pernyataan RK sebagai bentuk sindiran karena ada sejumlah alasan.
“Kami tidak merasa sedang disindir, karena CFD itu juga hanya dilakukan seminggu sekali dan tidak penuh dari jam 06 hingga 10,” ungkap Chico.
Menuai banyak tanggapan, Chico menyadari dan mengakui bahwa kesibukan Pramono di Lingkungan Istana membuat popularitasnya berada jauh dibawah RK.
Sehingga anggapan sebagian kalangan soal kunjungan ke CFD sebagai upaya mendongkrak popularitas dan elektabilitas, merupakan hal tidak perlu disangkal.
Namun demikian, Chico memastikan salah satu agenda rutin pasangan Pramono-Rano saat tidak berada di acara CFD adalah menyambangi warga untuk belanja masalah.***