AYOJAKARTA.COM — Pemilihan Gubernur Jakarta 2024 akan diadakan pada bulan November mendatang.
Salah satu topik yang beredar adalah mengenai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dikabarkan memiliki suara yang mendominasi di Jakarta.
PKS awalnya berencana mengusung Anies Baswedan, namun kemudian bergabung dengan KIM (Koalisi Indonesia Maju) Plus.
Mengenai tingginya suara PKS di Jakarta, Pramono Anung, calon gubernur Jakarta yang diusung oleh PDIP, memberikan tanggapannya.
Baca Juga: Ridwan Kamil Berencana Temui Ahok Jelang Pilgub Jakarta 2024, Pramono Anung Beri Respons Begini
Menurutnya, kemenangan dalam Pilgub Jakarta bukan hanya soal perolehan suara atau jumlah partai pendukung, tetapi ada faktor lain yang bisa menentukan kemenangan pasangan calon (paslon).
Pramono Anung menyatakan bahwa dalam Pilgub Jakarta sebelumnya, PDIP pernah mengalami kemenangan dan kekalahan.
Ia memberikan contoh saat Jokowi berpasangan dengan Ahok, mereka pernah meraih suara yang sedikit namun tetap memenangkan pemilihan.
"PDI pernah menang. PDI pernah kalah. Saat Jokowi maju dengan Ahok, itu cuma 18 persen," ujarnya, dikutip dari YouTube KOMPASTV, Senin, 16 September 2024.
Menurut Pramono Anung, dalam pertarungan di Pilgub Jakarta, yang terpenting bukanlah jumlah partai atau perolehan suara.
Ia berpendapat bahwa gagasan, figur, komitmen, dan kemampuan untuk mewujudkan janji kampanye adalah faktor yang dapat membuat paslon terpilih dalam Pilgub Jakarta. Ia optimistis mengenai hal ini.
"Dalam pertarungan pemilihan gubernur yang paling utama bukan jumlah partai tapi lebih kepada gagasan, figur, komitmen, dan juga apa yang dijanjikan bisa diwujudkan," jelasnya.
Pramono Anung sendiri lebih memprioritaskan untuk menyelesaikan hal-hal yang belum terselesaikan.
Ia mengaku memulai dari bawah dan menekankan pentingnya perhatian masyarakat terhadap hal tersebut.
"Yang paling utama adalah menyelesaikan persoalan yang belum selesai dari bawah. Saya yakin masyarakat lebih memberikan perhatian," tutupnya.***