AYOJAKARTA.COM – Saat ini sudah mulai memasuki minggu ke-3 bulan September 2024, sejumlah bantuan sosial masih terus disalurkan hingga hari ini.
Akan tetapi untuk bantuan sosial PKH dan BPNT peralihan PT Pos Indonesia ke kartu KKS untuk alokasi Juli-September belum kunjung dicairkan oleh bank penyalur.
Meskipun ada sejumlah KPM yang sudah mendapatkan kartu KKS baru peralihan dari PT Pos Indonesia, tetapi masih setelah dicek masih belum terisi saldo hingga saat ini.
Lantas apa yang menyebabkan bansos PKH-BPNT peralihan PT Pos Indonesia ke kartu KKS alokasi Juli-September 2024 belum juga cair hingga saat ini?
Dikutip Ayojakarta.com dari YouTube DIARY BANSOS pada Sabtu 14 September 2024, perlu dipahami bahwa pembukaan buku rekening kolektif atau burekol harus dilakukan secara teliti oleh pihak bank penyalur. Hal ini bertujuan agar di kemudian hari tidak ada permasalahan.
Maka dari itu pada saat pembukaan rekening kolektif, maka identitas atau data antara Dukcapil dan data di DTKS harus sinkron atau sama.
Baca Juga: Alhamdulillah! Ada Bansos Tambahan Cair Kepada 577 KPM lewat PT Pos Indonesia
Karena jika data atau identitas antara Dukcapil dengan data di DTKS belum sinkron maka bisa jadi kendala bansos tidak akan cair.
Sementara itu jika data masih belum sinkron dan tetap dipaksakan untuk membuat rekening kolektif, maka nantinya berpotensi gagal cek rekening.
Untuk proses pembukaan rekening kolektif atau burekol memang memerlukan waktu yang cukup lama dan semua persyaratan harus terpenuhi.
Selain itu hingga saat ini pendistribusian kartu KKS juga belum merata di wilayah Indonesia, baru ada sebagian wilayah yang sudah selesai burekol.
Namun jika proses pembukaan buku rekening kolektif oleh bank penyalur HIMBARA terselesaikan, maka buku rekening dan kartu KKS akan cepat dibagikan kepada para KPM.
Setelah kartu KKS terdistribusi merata, maka barulah proses pencairan bansos PKH-BPNT alokasi Juli-September 2024 peralihan PT Pos Indonesia ke bank HIMBARA masuk ke proses verifikasi cek rekening.
Jika berhasil cek rekening, maka hanya tinggal menunggu proses SPM, kemudian SP2D turun, SI, dan bansos siap dicairkan oleh bank penyalur HIMBARA.
Jadi untuk saat ini progres penyaluran bantuan PKH dan BPNT peralihan PT Pos Indonesia ke kartu KKS di aplikasi SIKS-NG masih dalam proses burekol.