Metropolitan

Benarkah Gerakan Coblos Tiga Paslon Jelang Pilkada Jakarta Bentuk Ungkapan Kecewa Para Pendukung Anies Baswedan?

Oleh: Karseno AJ Rabu 11 Sep 2024, 16:00 WIB
Gerakan coblos tiga paslon atau golput yang merebak jelang Pilkada Jakarta, merupakan indikasi kuatnya pengaruh Anies Baswedan.

AYOJAKARTA.COM – Menngacu pada histori elektoral sejak Pilkada Jakarta 2017 hingga Pilpres 2024, Anies Baswedan memiliki basis suara yang solid di Jakarta.

Karena itu tidak adanya foto Anies Baswedan dalam surat suara di Pilkada Jakarta 2024 akibat keputusan politik, dapat membuat para pendukung kecewa.

Sehingga gerakan coblos tiga paslon atau golput yang merebak jelang Pilkada Jakarta, merupakan indikasi kuatnya pengaruh Anies Baswedan bagi warga Jakarta.

Pernyataan terkait militansi pendukung Anies Baswedan tersebut merupakan pandangan dari Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Arya Fernandes.

Berbekal militansi dan soliditas dari para pendukungnya, Arya menilai suara dukungan Anies sebagai figur terhadap salah satu paslon akan sangat berdampak.

Baca Juga: Gagal Maju Pilkada Jakarta 2024, Kemana Pendukung Anies Baswedan Akan Berlabuh? Ini Kata Pengamat

“Faktor endorsement beliau ini akan sangat mempengaruhi wajah Pilkada Jakarta, siapa yang akan menang suaranya akan berlabuh,” ungkap Arya, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Rabu, 11 September 2024.

Situasi Anies saat ini, menurut Arya tidak beda dengan Presiden Joko Widodo menjelang dilangsungkannya perhelatan Pilpres 2024 lalu.

Berdasarkan pada riwayat kedekatan, potensi elektabilitas Ganjar Pranowo sempat melonjak sebelum kemudian melorot usai Jokowi lebih merapat ke Prabowo.

Dengan pamor serta dukungan yang dimiliki, setiap pergerakan Anies terhadap salah satu paslon akan membuat dampak signifikan.

“Ketika Jokowi dekat ke Pak Ganjar, suaranya naik tinggi, dan terjadi perubahan saat Pak Jokowi mengendorse Pak Prabowo,” imbuhnya.

Baca Juga: Respons Menohok Anies Baswedan Soal Gerakan 'Anak Abah Coblos Tiga Paslon': Mari Kita Hargai sebagai Bagian dari...

Meski mendapat dukungan mayoritas parpol, Arya melihat pasangan Rawon atau Ridwan-Suswono serta Dharma-Kun belum memiliki basis dukungan cukup kuat.

Sedangkan Pramono-Rano yang mewakili PDIP dan mendapat dukungan Ahok, justru memiliki daya dukung lebih solid.  

Karena itu, Arya menilai siapapun parpol yang dapat mendapat endorse politik dari Anies akan mendapat suara dukungan dari jutaan Anak Abah atau pendukung Anies.

Namun demikian, akibat pelaksanaan Pilkada Jakarta masih beberapa bulan, Arya tidak dapat memastikan orientasi dukungan yang akan diputuskan oleh Anies Baswedan.

Sehubungan dengan pandangan Pengamat CSIS tersebut, Sahrin Hamid yang merupakan Jubir Anies Baswedan memberi tanggapan.

Menurut Sahrin, Anies Baswedan merupakan figur yang sudah menjadi dambaan dari sebagian besar warga Jakarta.

Baca Juga: Muncul Gerakan ‘Anak Abah Tusuk 3 Paslon’ di Pilgub Jakarta, Begini Tanggapan Anies Baswedan

Tidak adanya nama Anies pada ajang Pilkada Jakarta 2024, menjadi indikasi ketidakmampuan para elit partai politik dalam menyerap aspirasi warga Jakarta.

Anggapan tersebut, menurut Sahrin dapat terlihat melalui hasil keputusan para elit parpol yang justru mengesampingkan Anies Baswedan.

Sehingga Sahrin menilai agar dalam setiap proses pemilihan di masa depan, aspirasi warga benar-benar menjadi perhatian.***

Reporter Karseno AJ
Editor Tedi Rukmana