AYOJAKARTA.COM - Sebelum Pilgub Jakarta 2024, biasanya para calon gubernur dan wakil gubernur mengunjungi kampung-kampung yang ada di Jakarta.
Namun, Rano Karno, seorang calon wakil gubernur yang diusung PDIP, mengatakan kalau ia tidak mengunjungi semua kampung.
Ternyata ada penyebab di balik tindakan dia tidak mengunjungi semua kampung di Jakarta sebelum Pilgub.
Berikut penjelasannya dikutip dari YouTube KOMPASTV pada Sabtu, 7 September 2024.
Rano Karno mengatakan kalau dirinya tidak mengunjungi semua kampung di Jakarta sebelum Pilgub.
Sehingga, Rano Karno meminta maaf pada para kyai yang daerahnya tidak dikunjungi dalam rangka kampanye.
“Jadi, kita (Rano dan Pramono) betul-betul harus berhitung. Maka saya bilang, ‘Pak Kyai, tentu nggak mungkin setiap kampung kita (Rano dan Pramono) datangi karena terpaksa kita (Rano dan Pramono) bagi tempat,’” ujarnya.
Penyebabnya adalah karena berhitung. Berhitung di sini dalam artian memilih mana tempat yang masih kurang suara, itulah yang dikunjungi.
Daerah yang sudah banyak suara untuk mendukungnya dan Pramono Anung, maka tidak dikunjunginya.
“Dalam arti kata strategi perangnya kalau kampungnya udah menang kita (Pramono-Rano dan PDIP), kita (Pramono-Rano) ga usah datang,” ujarnya.
Daerah yang masih kurang suara dukungannya, maka daerah itulah yang menjadi sasaran kampanyenya.
“Kita datang yang kampung kira-kira kita kalah,” ujarnya menjelaskan strategi kampanyenya bersama Pramono Anung.
Rano Karno juga mempertanyakan dan memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa menang di daerah tersebut.
“Nah itu supaya kita (Pramono-Rano dan PDIP) menang, gimana caranya?” tanya Rano Karno.
Namun, Rano Karno mengatakan kalau memang itulah strategi para pendekar dalam menghadapi pemilihan.
“Nah itu makanya strategi pendekar ini. Hahaha,” akhirnya sambil tertawa.