AYOJAKARTA.COM – Mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan memberi tanggapan atas setiap pertanyaan yang diajukan jurnalis senior, Najwa Shihab.
Dalam podcast Mata Najwa, jurnalis senior ini sempat menyinggung perihal kutu loncat Anies Baswedan.
Hal ini diungkapkan setelah ia mengaku mencatat semua jejak politik Anies Baswedan, mulai dari Pilkada hingga Pilpres.
Najwa menyebut berbagai partai politik yang telah mengusung Anies Baswedan mulai dari Demokrat, Gerindra, NasDem, PKS hingga PKB.
Baca Juga: Memilih Batal Maju di Pilgub Jakarta 2024, Anies Baswedan Ungkap Alasan Tidak Pilih Jalur Independen
“Pilkada 2024 hampir maju didukung oleh empat partai politik dan kemudian tidak jadi, kutu loncat Anies Baswedan nih,” kata Najwa Shibab pada Anies Baswedan, dikutip Ayojakarta.com dari YouTube Najwa Shihab, Selasa 3 September 2024.
Tak hanya itu, wanita yang disapa Nana ini mengungkapkan maksud dari kata kutu loncat tersebut Anies Baswedan terlihat seperti orang yang ingin memanfaatkan partai dan tak mau berkeringat.
Menanggapi hal itu, Anies Baswedan menjawab bahwa ia tak pernah mendatangi partai politik manapun untuk mengusungnya.
“Tahun 2013 saya diundang untuk mengikuti konvensi dan pada saat itu, saya berpandangan bahwa dalam proses nominasi harus ada proses seleksinya,” kata Anies Baswedan kepada Najwa Shihab.
Anies Baswedan juga bercerita mengenai pencalonan dirinya di Pilkada 2014 yang diusung PKS dan Gerindra.
“Saya bukan bagian dari Gerindra dan PKS, saya hanya diundang dan saya terima undangan itu. Jadi posisinya saya mendapatkan undangan untuk ikut (Pilkada),” pungkasnya.
Hal serupa terjadi pada NasDem yang mengundang dirinya untuk ikut maju di pemilihan presiden (pilpres) 2024.
Setelah NasDem mengumumkan akan mengusungnya, partai tersebut mengalami tekanan luar biasa, kata Anies.
“Apakah saya datang untuk mendaftar (sebagai calon)? tidak beliau yang mengundang,” tandas Anies Baswedan.
Atas hal tersebut, mantan Gubernur Jakarta ini menegaskan bahwa dirinya tak pernah meminta diusung partai manapun.
Ia mengaku undangan itu datang sendiri kepadanya melalui partai politik sebagai bentuk panggilan tugas.***