Metropolitan

Pengamat Politik Ungkap Alasan PDIP Usung Pramono Anung dan Rano Karno di Pilgub Jakarta

Oleh: Nisrina Harum Lestari Minggu 01 Sep 2024, 11:50 WIB
Pengamat Politik, Ujang Komarudin, mengatakan PDIP mengusung Pramono Anung dan Rano Karno karena memprioritaskan kadernya.

AYOJAKARTA.COM – PDIP memutuskan untuk mengusung Pramono Anung dan Rano Karno di Pilgub Jakarta 2024.

Pencalonan Pramono Anung dan Rano Karno tentu mengejutkan banyak pihak lantaran nama keduanya tidak pernah muncul di bursa Pilgub Jakarta 2024.

Terlebih, belakangan sosok yang diisukan akan diusung oleh PDIP di Pilgub Jakarta 2024 adalah Anies Baswedan.

Pengamat Politik, Ujang Komarudin, mengatakan PDIP mengusung Pramono Anung dan Rano Karno karena memprioritaskan kadernya.

Seperti yang diketahui, dalam beberapa kesempatan PDIP menyatakan bahwa pihaknya akan mengutamakan kader internal.

“Yang pertama tentu PDIP mengutamakan kadernya untuk bisa maju seperti di Jawa Tengah, Andika Perkasa,” kata Ujang dikutip dari kanal YouTube Metro TV pada Minggu (1/9/2024).

Ujang menilai pencalonan Pramono Anung sebagai calon gubernur merupakan hasil kompromi antara PDIP dengan penguasa.

Baca Juga: Virus Mpox atau Monkey Pox mulai Mewabah di Dunia, Berselingkuh Bisa Menularkan Penyakit Ini!

Sebab, menurutnya Anies Baswedan merupakan pihak yang tidak bisa dipegang.

“Kemungkinan kalau saya lihat bahwa ada kompromi jalan tengah antara PDIP dengan pihak yang berkuasa. Bisa jadi kalau Anies dianggap tidak bisa dipegang, Anies juga punya potensi di 2029 kalau seandainya diusung beliau menang itu juga akan merepotkan kira-kira banyak partai,” ujarnya.

Ujang melihat Pramono Anung merupakan sosok yang dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena menjabat sebagai Sekretaris Kabinet.

Sehingga, ia melihat pencalonan Pramono Anung merupakan jalan tengah PDIP dengan penguasa.

Baca Juga: 5 Ide Usaha yang Bisa Dijalankan Setelah Pensiun Dini, Cek Modal yang Harus Disiapkan

Selain itu, Ujang juga menyebut pencalonan ini menjadi tugas besar Pramono Anung dan Rano Karno untuk menaikkan elektabilitasnya.

Karena, nama keduanya baru muncul di detik-detik terakhir pendaftaran calon kepala daerah di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Rano Karno sebagai tokoh nasional yang sudah dikenal masyarakat Betawi bisa mendongkrak elektabilitas Pramono Anung dan inilah yang menjadi kekuatan pasangan tersebut.

Lebih jauh, Ujang menilai pencalonan Pramono Anung dan Rano Karno merupakan bagian dari prinsip bahwa keputusan berada di tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Siapapun itu yang diusung oleh PDIP semuanya ada di kantong Megawati. Mau Anies, Ahok, siapapun itu tidak ada yang tahu selain Ibu Mega dan kita hormati siapapun yang telah diputuskan oleh Megawati, oleh PDIP,” tutupnya.

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Aris Abdulsalam