AYOJAKARTA.COM - PDIP batal mengusung Anies Baswedan sebagai calon gubernur di Pilgub Jakarta.
Partai berlambang banteng ini lebih memilih kadernya sendiri yaitu Pramono Anung dan Rano Karno untuk maju sebagai cagub dan cawagub.
Padahal sebelumnya, santer dikabarkan bahwa PDIP akan mengusung Anies Baswedan pada Pilgub Jakarta untuk melawan pasangan Rawon yaitu Ridwan Kamil-Suswono.
Anies Baswedan bahkan sempat bertandang ke Markas PDIP untuk bertemu Rano Karno beberapa waktu lalu.
Kehadiran Anies kala itu seolah jadi sinyal kuat bahwa PDIP akan mengusungnya bersama Rano Karno.
Namun ternyata, PDIP menggunakan strategi 'last minute' dengan mengumumkan siapa yang akan diusung di waktu yang terbilang mepet.
Bukan Anies Baswedan, PDIP lebih memilih mengusung kadernya sendiri yaitu Pramono Anung.
Terkait keputusan PDIP ini, pengamat politik Burhandudin Muhtadi memberikan pandangannya.
Burhanuddin mengaku sehari sebelumnya sudah mendapat bocoran bahwa PDIP tidak akan mengusung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta.
"Saya sendiri sudah mendapat bocoran kemarin ya bahwa PDI Perjuangan tidak akan memilih Anies," ungkap Burhanuddin Muhtadi dikutip ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews, Rabu (28/8/2024).
Dua hal yang menurut Burhanuddin menjadi masalah utama kenapa PDIP tak memilih Anies adalah karena mantan Gubernur Jakarta itu bukan kader partai.
Lalu kedua, adanya perbedaan ideologis yang sangat berjarak antara Anies Baswedan dan PDIP.
"Masalah utamanya memang Anies bukan kader PDI Perjuangan dan Anies sangat berjarak secara ideologis dengan partai ini," terang Burhanuddin.
Burhanuddin menjelaskan tak hanya berjarak secara ideologis, Anies bahkan pernah berada di sisi berseberangan dengan PDIP di tahun 2016-2017.
Kala itu, Anies Baswedan melawan PDI Perjuangan dalam kasus Pilkada Jakarta.
Sehingga sangat sulit membayangkan, Anies Baswedan akan bisa diusung oleh partai yang selama ini selalu berseberangan secara ideologis dengannya.
"Kalau kita flashback 2016-2017, Anies bahkan berada di seberang melawan PDI Perjuangan dalam kasus Pilkada Jakarta. Jadi terlalu sulit ya membayangkan seorang Anies itu maju melalui partai yang selama ini secara ideologis berbeda 180 derajat dengan Anies Baswedan," imbuh Burhanuddin.***