AYOJAKARTA.COM - Menjelang pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta 2024, Anies Baswedan terus memperlihatkan manuver politiknya dengan melakukan kunjungan ke sejumlah partai politik.
Manuver ini dilakukan di tengah spekulasi mengenai pencalonannya kembali sebagai gubernur Jakarta.
Namun hingga kini dukungan dari PDIP yang semula dianggap mungkin, tampaknya semakin menjauh dari jangkauan Anies Baswedan.
Mantan Gubernur Jakarta yang juga mencalonkan diri sebagai presiden pada Pemilu 2024 lalu itu tampak semakin intens dalam bergerak.
Baca Juga: Gempa Megathrust di Indonesia Tinggal Tunggu Waktu, Ini 2 Wilayah yang Patut Diwaspadai
Pada minggu lalu, Anies mengunjungi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Jakarta, di mana ia disambut langsung oleh Ketua DPD Hanura Jakarta, Jafar Bazeber.
Pertemuan ini mencuri perhatian publik dan memicu spekulasi baru tentang arah dukungan politik terhadap Anies.
Tidak hanya Hanura, Anies juga tampak merapat ke Partai Buruh.
Kunjungan Anies ke posko pemenangan Partai Buruh di Tebet, Jakarta Selatan, menjadi salah satu langkah penting dalam upayanya menggalang dukungan dari berbagai pihak.
Di sana, Anies menerima surat rekomendasi dukungan sebagai bakal calon gubernur Jakarta dari Partai Buruh.
Dalam pernyataannya, Anies mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Partai Buruh yang telah mendukungnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap langkah Partai Buruh yang mendaftarkan gugatan terkait ambang batas pencalonan kepala daerah ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Anies menekankan bahwa langkah tersebut adalah upaya untuk menjaga prinsip-prinsip demokrasi yang inklusif.
“Kita sama-sama memperjuangkan prinsip kesetaraan dalam demokrasi yang kita miliki,” ujar Anies dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, Rabu (28/8/2024).
“Demokrasi ini adalah salah satu cara utama untuk memastikan aspirasi rakyat tercermin dalam proses dan hasilnya. Karena itu, perjuangan Partai Buruh dalam melakukan gugatan ke MK adalah hal yang harus diapresiasi,” lanjut dia.
Dengan terus berupaya meraih simpati dari partai-partai politik di luar PDIP, Anies berharap dapat membangun koalisi yang cukup kuat untuk mendukung pencalonannya.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 5.8 Guncang Gunungkidul Yogyakarta Hari Ini, Getaran Sampai Terasa ke Pemalang
Pilihan Anies untuk mendekati partai-partai yang lebih kecil namun memiliki pengaruh signifikan di kalangan masyarakat pekerja dan kelas menengah bawah, seperti Partai Buruh, menunjukkan strategi politik yang cermat.
Sementara itu, dinamika politik menjelang Pilkada Jakarta masih terus berkembang.
Tanpa dukungan PDIP, tantangan Anies tentu tidak mudah, namun ia masih memiliki peluang besar dengan strategi yang tepat dan dukungan yang solid dari partai-partai lain.***