Metropolitan

Hasil Deklarasi Gelombang Ketiga PDIP Simpan Tokoh yang Akan Diusung di Ajang Pilkada Jakarta, Anies Baswedan Batal Nyalon?

Oleh: Karseno AJ Senin 26 Agu 2024, 18:25 WIB
Anies Baswedan dan Rano Karno

AYOJAKARTA.COM - Deklarasi Cakada Gelombang Ketiga PDIP, hingga saat ini masih belum mencuatkan nama figur yang akan berlaga di Pilkada Jakarta.

Sebelumnya, santer berhembus di telinga publik perihal nama Anies Baswedan dan Ahok yang digadang akan diikutsertakan oleh PDIP sebagai kandidat peserta Pilkada Jakarta.

Namun hingga deklarasi tersebut berakhir, sosok yang akan didukung oleh PDIP di Pilkada Jakarta masih menjadi pertanyaan.

Menjadi figur penting di perhelatan Pilkada Jakarta, sosok Anies Baswedan serta Ahok diketahui termasuk dalam survei dengan elektabilitas tertinggi.

Baca Juga: KPM PKH dan BPNT Daerah Ini Berbahagia! Surat Undangan dari Desa dan Bank Sudah Turun Terkait Pengalihan Pencairan Bansos dari PT Pos ke Kartu KKS!

Berbeda dengan Ahok yang merupakan kader PDIP, Anies dengan elektabilitas tertinggi justru tidak memiliki dukungan partai.

Berbagai spekulasi terkait besaran potensi dari kedua tokoh nasional untuk mengisi kursi Pilkada Jakarta tersebut, banyak bermunculan.

Sehubungan dengan adanya beragam perspektif yang mencuat di tengah masyarakat, Pengamat Politik asal UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno memberi tanggapan.

Menurut Adi Prayitno, peluang bagi Anies Baswedan untuk mendapat dukungan dari PDIP di Pilkada Jakarta relatif cukup besar.

Baca Juga: Banyak Saksi-saksi Baru yang Bermunculan di Kasus Vina Cirebon, Pakar Hukum Pidana: Sebaiknya Saksi Tersebut Dibawa ke Pengadilan untuk...

Meski merupakan tokoh non partisan, Anies Baswedan selalu menjadi tokoh eksternal yang masuk dalam radar PDIP.

Disamping itu, antara Anies Baswedan dan PDIP menurut Adi Prayitno memiliki historis stigma yang relatif sama menjelang perhelatan Pilkada Jakarta.

“PDIP dan Anies Baswedan ini sama-sama memiliki historisitas yang sama, sama-sama dikucilkan, dikerdilkan, sama-sama tidak diajak dalam koalisi besar,” ungkap Adi dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Senin (26/8/2024). 

Adapun penyebab ketiga yang membuat potensi Anies menjadi jauh lebih besar dibandingkan kader PDIP sendiri adalah faktor kompetitif.

Menghadapi lawan politik yang berasal dari Koalisi Indonesia Maju Plus, PDIP menurut Adi membutuhkan sosok seperti Anies.

Terlebih karena Anies juga memiliki keinginan untuk berlaga di Pilkada Jakarta, sehingga variabel-variabel tersebut dapat melahirkan sinergitas politik.

“Di PDIP ada nama-nama besar, tetapi harus diakui jika dihadapkan dengan Ridwan Kamil nama-nama tersebut tidak kompetitif,” imbuh Adi.

Mengacu pada sejumlah variabel tersebut, Adi meyakini bahwa keputusan terbaik yang dimiliki PDIP adalah dengan menetapkan Anies sebagai kontestan di Pilkada Jakarta.

Baca Juga: Viral! Peringatan Megathrust dari BMKG yang Bisa Terjadi Kapan Pun, Ini Hal-hal yang Harus Kamu Lakukan Pada Saat Terjadi Gempa, Apa Saja?

Mencantumkan nama Anies dalam daftar, selain akan dapat menggerus kekuatan KIM Plus juga lebih berpeluang mendapat dukungan personal dari pendukung Anies.

Terkait dengan adanya disparitas ideologis antara Anies dengan PDIP, Adi menilai hal tersebut akan mengalami pelunakan.

Meski PDIP dikenal sebagai partai kader, Adi melihat hal tersebut akan mengalami pengecualian di dalam menyiasati Pilkada Jakarta. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Desi Kris