Metropolitan

Soal Pencatutan KTP Warga dalam Pilgub Jakarta 2024, Dharma-Kun Tanggapi Kecurigaan dan Tuntutan Bawaslu

Oleh: Chellsa Sevia C Selasa 20 Agu 2024, 12:26 WIB
Calon Independen Pilgub Jakarta 2024, Dharma Pongrekun dan Kun Wardana

AYOJAKARTA.COM - Pencatutan KTP warga untuk Pilgub Jakarta 2024 oleh pasangan independen makin membuat heboh jagat maya.

Dharma Pongrekun serta Kun Wardhana akhirnya turut menanggapi soal dugaan pencatutan sejumlah NIK dalam pencalonannya di Pilgub Jakarta 2024.

Tak hanya itu, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok juga menaruh kecurigaan terkait pencalonan Dharma-Kun.

Dharma Pongrekun serta Kun Wardana dinyatakan lolos verifikasi faktual syarat dukungan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta dari jalur independen.

Baca Juga: Ditinggalkan Sendirian, Jubir Sebut Anies Baswedan Tetap Optimis Maju Pilkada Jakarta 2024

Namun kelolosan ini diwarnai berbagai kontroversi karena sejumlah warga mengaku KTPnya dicatut untuk memenuhi syarat minimal dukungan pasangan tersebut.

Bawaslu Jakarta diharapkan tak menunggu laporan resmi, mengingat pencatutan data pribadi adalah pelanggaran berat dalam pemilihan kepala daerah.

Dalam pengumpulan data pendukung, kedua pasangan tersebut dibantu relawannya.

“Kami sebagai calon gubernur tentunya dalam pengumpulan data itu dibantu oleh relawan,” ujar Dharma Pongrekun dikutip Ayojakarta.com dari YouTube METRO TV pada Selasa, 20 Agustus 2024.

Baca Juga: Banyak NIK KTP Warga Jakarta Dicatut Dukung Dharma Pongrekun di Pilgub, Anies Baswedan: Saya Aman, tapi...

Dharma Pongrekun serta Kun Wardana mengaku tak terlibat dalam pengumpulan KTP warga sebagai syarat dukungan cagub dan cawagub Jakarta dari jalur independen.

“Jadi kami tidak terlibat langsung dalam pengumpulan data pendukung,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan bahwa nantinya data tersebut akan diperiksa KPU dan akan ada penyaringan.

Baca Juga: NIK KTP Dua Anak Anies Baswedan Beserta Adik dan Sebagian Timnya Dicatut Dukung Calon Independen Pilgub Jakarta, Juru Bicara Beri Konfirmasi

“Data pendukung inilah yang kemudian diperiksa oleh KPU itu sebabnya buat yang memang bukan pendukung kami akan tersaring dengan sendirinya,” tambahnya.

Sementara itu Ahok mengungkap kecurigaannya, ia menduga ada kemudahan bagi bakal paslon independen untuk menyerahkan bukti dukungan ke KPU setempat.

“Saya kira ini malah ada indikasi ada unsur mau menciptakan calon independen, nah ini ada masalah,” pungkas Ahok.***

Reporter Chellsa Sevia C
Editor Fathul Amanah