Metropolitan

Ridwan Kamil-Suswono Didukung 12 Partai di Pilgub Jakarta 2024, PKB Ungkap Alasan Tinggalkan Anies Baswedan

Oleh: Fitri Nurjanah Senin 19 Agu 2024, 18:20 WIB
Deklarasi pencalonan Ridwan Kamil dan Suswono digelar di Golden Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta, pada Senin sore, 19 Agustus 2024.

AYOJAKARTA.COM – Tiga partai koalisi pendukung Anies Baswedan yakni NasDem, PKB, dan PKS telah menentukan sikap untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.

Hal itu dapat dilihat dari hadirnya ketiga partai tersebut dalam deklarasi Ridwan Kamil-Suswono sebagai cagub dan cawagub yang diusung oleh KIM Plus dalam Pilgub Jakarta 2024.

Deklarasi pencalonan Ridwan Kamil dan Suswono digelar di Golden Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta, pada Senin sore, 19 Agustus 2024.

Terdaftar sebanyak 12 partai politik yang ikut mendukung pencalonan Ridwan Kamil dan Suswono di Pilgub Jakarta kali ini.

Adapun partai-partai tersebut di antaranya Golkar, PAN, PSI, Demokrat, Gelora, Gerindra, PPP, Partai Garuda, dan Perindo.

Baca Juga: Partai Politik Diborong KIM Plus, Akankah Wacana Duet Anies Baswedan-Rano Karno Bisa Terwujud?

Kemudian, ditambah dari tiga partai koalisi perubahan yakni NasDem, PKS, hingga PKB.

Dengan beralihnya dukungan dari koalisi perubahan kepada KIM Plus banyak yang menilai bahwa ketiga partai tersebut telah meninggalkan Anies Baswedan dalam Pilgub kali ini.

Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Syaiful Huda, mengatakan alasannya mengapa saat ini partainya beralih untuk mendukung Ridwan Kamil bukan Anies Baswedan.

Menurutnya, banyak pertimbangan yang akhirnya membuat PKB mantap untuk bergabung dengan KIM Plus.

Salah satu pertimbangannya yaitu adanya dua parpol koalisi yang menyatakan kesiapannya untuk bergabung dengan koalisi lain.

“Banyak pertimbangan sebenarnya, termasuk saat melihat teman-teman PKS yang tidak jadi mengusung, NasDem juga sudah mengeluarkan surat namun akhirnya tidak jadi juga,” katanya, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube KompasTV Pontianak pada Senin, 19 Agustus 2024.

Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengaku sudah memprediksi hal ini akan terjadi.

Baca Juga: Jika KIM Lawan Kotak Kosong di Pilgub Jakarta, Ahok Yakin Pendukungnya dan Anies Baswedan Akan Pilih Kotak Kosong, Ini Alasannya!

Burhanuddin menjelaskan kemungkinan besar Anies Baswedan bisa gagal dalam pencalonan Pilgub Jakarta kali ini.

Sebab, kata dia, Anies tidak memiliki jalan lain untuk mengikuti pencalonan Pilgub Jakarta selain diusung oleh partai politik.

“Harusnya Anies memiliki plan A atau plan B, sayangnya Anies tidak mempunyai scenario itu. Jadi jalur perseorangan tidak disiapkan Anies atau timnya,” kata Burhanuddin.

Ia menyebut tidak ada yang bisa disalahkan dalam hal ini, karena tidak ada ketentuan maksimum suatu koalisi terdiri dari berapa partai.

Oleh sebab itu, Burhanuddin berharap hal-hal yang seperti ini bisa diperbaiki untuk ke depannya agar masyarakat umum tidak dipengaruhi oleh elit-elit partai.***

Reporter Fitri Nurjanah
Editor Tedi Rukmana