AYOJAKARTA.COM - Pakar Hukum Tata Negara, mengemukakan pendapatnya soal lolosnya Dharma Pongrekun di Pilgub DKI Jakarta 2024.
Pasalnya, Dharma Pongrekun lolos verifikasi menjadi kontestas Pilgub DKI Jakarta 2024 sebagai calon independen atau tanpa partai.
Lolosnya Dharma Pongrekun sebagai Calon Gubermur DKI Jakarta disinyalir sebagai upaya untuk menghindari kotak kosong.
Refly Harun berpendapat bahwa banyak golongan masyarakat yang akan memilih kotak kosong apabila tidak ada calon tandingan Ridwan Kamil di Pilgub DKI Jakarta.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Gambar Zebra atau Singa yang Kamu Lihat Pertama Kali? Jawabannya…
"Kalau lawan kotak kosong, semua yang anti kemapanan, anti kekuasaan, anti KIM Plus, anti semua pembelian semua partai poltik, itu akan berkumpul di kotak kosong," ucap Refly dikutip dari YouTube iNews TV pada Sabtu (17/8/2024).
Refly Harun mengklarifikasi bahwa ia tidak menuduh Dharma Pongrekun sebagai calon "boneka", namun ia kebetulan ada dan lolos di tengah isu kotak kosong.
"Saya tidak mengatakan Dharma Pongrekun calon 'boneka'. Tapi ini adalah calon yang Fortunately ada," ujarnya.
Dengan lolosnya Dharma Pongrekun, Refly mengatakan akan ada masyarakat yang berpikiran untuk memilih siapapun asalkan bukan Ridwan Kamil.
Namun, lama kelamaan calon pemilih akan berpikir dengan rasionalitasnya dan ingin lebih dahulu melihat siapa Dharma Pongrekun sebelum memilihnya.
"Mungkin ada yang berpikiran untuk memilih siapapun lawan Ridwan Kamil. Namun, lama kelamaan mereka akan memilih secara rasional," kata Refly.
Atas hal tersebut, menurutnya akan ada 3 tiket pemilih yang hadir di Pilgub DKI Jakarta 2024.
"Ada sebagian yang memilih Ridwan Kamil, ada sebagian yang Golput, dan ada sebagian lagi yang memilih Dharma Pongrekun," ungkapnya.
Selain itu, Refly juga berpendapat bahwa KIM Plus mungkin lebih memilih melawan Dharma Pongrekun ketimbang kotak kosong di Pilgub DKI Jakarta.
"Lebih baik lawan Dharma Pongrekun dibandingkan lawan kotak kosong," ujarnya.
Refly juga menyampaikan bahwa diusungnya Ridwan Kamil oleh KIM Plus karena adanya elektabilitas.
Meskipun elektabilitas Ridwan Kamil kalah oleh Ahok dan Anies, namun Ahok dan Anies kemungkinan tidak ikut berkontestasi di Pilgub DKI Jakarta 2024.
"Ridwan Kamil dimajukan karena adanya elektabilitas. Minimal dia kalah cuma sama Ahok dan Anies," katanya.
Refly juga menyampaikan bahwa rekayasa di Pilgub DKI Jakarta tidak mudah karena berbagai macam alasan.
"Mau bagaimanapun melakukan rekayasa di Pilgub DKI gak gampang. Pendidikannya (masyrakat) sudah tinggi, pengawasannya jauh lebih mudah karena teritorialnya terbatas dan lain sebagainya," ujarnya.
Dengan alasan-alasan tersebut, Ridwan Kamil lah yang menjadi sosok yang masih bisa dipilih masyarakat.
"Karena itu tetap dibutuhkan sosok yang mau dipilih orang. Ridwan Kamil lah jagoan di KIM PLUS, gak ada yang lain," pungkasnya.***