Metropolitan

Partai Nasdem Batal Usung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta, Sengaja Disingkirkan dan Dihabisi dari Peristiwa Politik? Ini Kata Rocky Gerung!

Oleh: Nuriyah Nofasari Sabtu 17 Agu 2024, 07:01 WIB
Hersubeno Arief dan Rocky Gerung

AYOJAKARTA.COM - Ketua Umum (Ketum) Partai Nasdem yakni Surya Paloh tidak jadi mengusung eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk maju di Pilkada Jakarta 2024 mendatang.

Surya Paloh juga menegaskan partainya batal mengusung Anies Baswedan usai bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra dan sekaligus Presiden RI terpilih periode 2024-2029.

Batalnya Partai Nasdem untuk mengusung Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024 tersebut menjadi sorotan masyarakat.

Menurut Pengamat Politik, Rocky Gerung bahwa hal tersebut merupakan upaya untuk tidak menghadirkan Anies di dalam semua peristiwa politik.

Baca Juga: Pencairan PKH dan BPNT Alokasi Juli-Agustus 2024 Hampir Merata, yang Cair Via PT Pos Sampai Tahap Apa? Ini Kata Petugas

Rocky Gerung juga mengatakan faktor Anies yang akan menantang calon-calon presiden nanti yang akan berkumpul di sekitar eks gubernur Jakarta tersebut sudah dihilangkan.

“Sekaligus dengan tidak hadirnya Anies dalam politik DKI itu terhubung dengan upaya untuk tidak menghadirkan Anies di dalam semua peristiwa politik” ucap Rocky Gerung, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Rocky Gerung Official, pada Sabtu, 17 Agustus 2024.

“Kan sama aja potensi Anies untuk menantang calon-calon presiden nanti yang pasti akan berkumpul di sekitar Anies apalagi di Jakarta itu sudah dihilangkan faktor itu” sambungnya.

Baca Juga: Fakta Baru Kasus Vina Cirebon, Kesaksian Arta Anoraga Ungkap Eky Sempat Konsumsi Miras Sebelum Kejadian

Rocky Gerung juga mengatakan bahwa jika Anies Baswedan di Jakarta mau ngapain? Itu masalahnya.

“Jadi Anies juga punya problem dia mau ngapain? Kalau pada akhirnya dia tidak punya portofolio untuk bertanding di Jakarta mau jadi oposan, mau memimpin lembaga survei, mau balik jadi Rektor, kan itu problemnya” ujarnya.

Menurut Rocky Gerung, jika Anies Baswedan mau memimpin politik, tidak perlu di DKI.

“Kalau Anies mau memimpin satu gerakan politik alternatif ya enggak, memang enggak perlu memaksakan diri untuk ikut di DKI kan juga agak konyol misalnya kalau dari awal saya juga punya pandangan bahwa Anies ngapain ikut di DKI sudah pasti anda akan disingkirkan, tetapi ya selalu menunggu momen terakhir sangat mungkin Jokowi berubah pikiran” ucapnya.

Baca Juga: 3 Instansi CPNS 2024 yang Buka Formasi Lulusan SMA Sederajat, Kejaksaan Agung Paling Banyak

Rocky Gerung mengatakan tidak mungkin Presiden Jokowi berubah pikiran untuk meloloskan Anies Baswedan di Jakarta.

Ia juga menyampaikan bahwa selama ada Anies maka Jokowi akan terganggu perencanaan politiknya.

“Enggak mungkin Jokowi berubah pikiran dalam pengertian dia akan meloloskan Anies. Itu sudah jadi semacam maksim bahwa selama ada Anies maka Jokowi akan terganggu perencanaan politiknya itu intinya” ujarnya.

“Tetapi Anies sekaligus ditampilkan sebagai orang yang punya Ambisi juga itu juga buruknya pihak Anies dan keburukan itu terbaca juga oleh Jokowi kan nantinya kalau Anies tidak bisa lolos maka Anies akan dioloh-oloh sebagai orang yang memang hanya ingin menampung atau menabung kekuasaan” sambungnya.

Baca Juga: Mau Kuliah di UNDIP? Inilah 35 Jurusan Terbaik di Universitas Diponegoro yang Paling Direkomendasikan, Sudah Akreditasi Unggul

Menurut Rocky, jika Anies ingin memimpin oposisi dari awal ia berjanji tidak akan ikut Pemilu DKI Jakarta tapi ia berjanji bersama rakyat untuk menegakkan pemilu yang bersih.

“Kalau mau memimpin oposisi dari awal harusnya menyatakan saya tidak akan ikut pemilu DKI, tapi saya mau bersama dengan rakyat berjanji untuk menegakkan pemilu yang bersih maka saya mungkin memilih untuk jadi peninjau kritis itu kan itu lebih elegan” tutupnya.

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Desi Kris