Metropolitan

Dijegal Sana-sini, Riwayat Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024 Sudah Tamat?

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Jumat 16 Agu 2024, 13:05 WIB
Anies Baswedan

AYOJAKARTA.COM - Pencalonan Anies Baswedan dalam Pilgub Jakarta 2024 berada di ujung tanduk setelah Partai NasDem secara resmi menyatakan tak akan memberikan dukungan kepadanya dalam pemilihan tersebut.

Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat NasDem sebelumnya merupakan salah satu pendukung utama Anies dalam kontestasi politik.

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh memberi penjelasan terkait keputusan ini.

"Barangkali kalian sudah tahu situasinya, susah bagi beliau untuk maju dalam Pilkada DKI. Dalam pencalonan ini, tidak bisa hanya NasDem sendiri, tapi harus ada kelengkapan yang saling melengkapi dan saling pengertian," ujarnya dikutip ayojakarta.com dari YouTube Kompas TV Sukabumi, Jumat (16/8/2024).

Baca Juga: Heboh! Anies Baswedan Ikut Sentil Kasus Viral Pencatutan Nama NIK Dukung Salah Satu Paslon Pilkada: 2 Anak Saya, Adik dan Tim Dicatut

Paloh mengisyaratkan bahwa tanpa dukungan koalisi yang solid dan komprehensif, akan sulit bagi Anies untuk bersaing dalam Pilgub Jakarta.

Keputusan NasDem ini membuka peluang bagi partai lain untuk merespons situasi politik yang tengah berkembang.

Namun, kondisi ini juga memperlihatkan betapa pentingnya dukungan yang kuat dari koalisi partai, terutama di Jakarta yang selalu menjadi barometer politik nasional.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti turut memberikan analisisnya terkait dinamika yang terjadi.

Baca Juga: PKS Tinggalkan Anies Baswedan Sendirian, PDIP Siap Maju? Ahok Tegaskan Hal Ini!

Menurutnya, meski Koalisi Indonesia Maju (KIM) solid, tapi jika berhadapan dengan Anies Baswedan di Jakarta, soliditas tersebut tak akan cukup memastikan kemenangan.

"Karena kalaupun mereka solid, tapi diperhadap-hadapkan dengan Anies, soliditas partai ini tidak bisa berbicara banyak juga. Maka harus dibuat skenario lain. Bukan hanya solid tetapi juga harus 'belajetim', kekuatannya Anies Baswedan," jelas Ray.

Ray Rangkuti juga menyoroti kekuatan utama Anies yang terletak pada figurnya serta dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Kekuatan Anies Baswedan itu ada di mana? Ya tentu saja pada figur dia plus juga dengan dukungan PKS. Oleh karena itu, satu yang pasti jika Anies ditarik mundur, maka kekuatan yang mendukungnya, salah satunya adalah PKS, harus dipertimbangkan," lanjutnya.

Baca Juga: Soal Tinggalkan Anies Baswedan, Surya Paloh Blak-Blakan: Bukan Momentum untuk Maju di Pilgub Jakarta

Menurut Ray, situasi ini membuka kemungkinan bagi PKS untuk masuk ke dalam KIM, mengingat pentingnya dukungan dari partai tersebut bagi kelangsungan pencalonan Anies.

"Istilahnya tenggat waktulah yang menentukan sehingga memungkinkan PKS untuk masuk ke dalam KIM," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri turut menyoroti kondisi Pilkada 2024 yang saat ini terkesan menghalangi orang mencalonkan diri.

Dalam beberapa kesempatan, Megawati menekankan pentingnya menjaga integritas proses demokrasi agar tak hanya menjadi ajang persaingan kekuatan politik semata, tetapi juga memberikan ruang bagi figur terbaik untuk maju.

Baca Juga: Ahok Sebut PDIP Tidak Mungkin Ambil Orang dari Luar, Anies Baswedan Tak Dilirik?

Dengan situasi yang kian dinamis, banyak yang mempertanyakan bagaimana langkah Anies Baswedan selanjutnya.

Apakah ia akan tetap maju dengan dukungan terbatas, ataukah akan mencari alternatif koalisi lain yang mampu memberikan jaminan kemenangan?

Semua mata kini tertuju pada langkah politik yang akan diambil Anies dan partai pendukungnya.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Fathul Amanah