AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini beredar kabar dari PKS yang menjalin komunikasi dengan Koalisi Indonesia Maju untuk Pilgub Jakarta.
Juru bicara PKS menyebutkan kalau menjalin komunikasi dengan Koalisi Indonesia Maju sebagai opsi kedua setelah deadline mengusung Anies Baswedan-Sohibul Iman mencari koalisi dan dukungan dari partai lain telah habis atau sudah lewat masanya.
Diberitakan di mana-mana kalau deadline tersebut selama sebulan lebih atau sampai 4 Agustus 2024 lalu.
Namun, Anies Baswedan mengaku kaget dan tidak tahu. Mengapa ia kaget dan tidak tahu soal deadline itu? Berikut penjelasan dari Anies Baswedan dikutip dari YouTube KOMPASTV pada Selasa, 13 Agustus 2024.
Anies Baswedan mengaku dirinya kaget mendengar juru bicara partainya PKS di media mengatakan ada deadline untuknya.
Anies Baswedan pun heran terdapat tenggang waktu 40 hari dan ada deadline atau batas waktu hingga 4 Agustus untuk mencari dukungan partai lain.
Baca Juga: TOP 5 Provinsi yang Peroleh Skor Tertinggi di SKD Sekolah Kedinasan IPDN
“Cuma saya kaget aja mendengar jubir-jubir PKS di media mengatakan tenggang waktu 40 hari lalu deadline 4 Agustus sebagai deadline cari (dukungan) partai lain,” ujarnya.
Anies Baswedan mengungkapkan penyebab ia kaget mendengar kabar itu. Ia mengatakan bahwa dari awal tidak ada pembahasan tentang tenggat waktu atau deadline untuk dirinya mencari dukungan partai lain dari PKS.
“Mengapa kaget? Karena memang tidak pernah dibahas ya. Setahu saya tidak pernah ada deadline dan SK dari partai lain,” jelasnya.
Baca Juga: Inilah Fakultas di Universitas Gadjah Mada yang Punya Rata-Rata IPK Tertinggi capai 4,00
Anies Baswedan mengatakan ia tetap menghargai keputusan pimpinan partainya PKS karena setiap partai memiliki kendala, kesempatan, kepentingan, dan misi yang khas.
“Saya ini menghormati apapun keputusan partai. Hormati, hargai, masing-masing partai memiliki kendala, memiliki kesempatan yang berbeda-beda. Punya kepentingan, punya misi yang khas partainya,” akhirnya.