Metropolitan

Pencalonan Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta Demi Muluskan Jalan Kaesang Jadi Cawagub? Begini Kata Pengamat

Oleh: Nisrina Harum Lestari Selasa 13 Agu 2024, 12:09 WIB
Pakar politik Prof. Saiful Mujani

AYOJAKARTA.COM - Koalisi Indonesia Maju (KIM) sudah menentukan satu nama potensial yang akan diusung di Pilgub Jakarta yaitu Ridwan Kamil.

Meski sudah ditentukan, KIM belum mendeklarasikan Ridwan Kamil sebagai calon gubernur (cagub) yang akan bertanding di Jakarta.

Ditengah ramainya perbincangan Pilgub Jakarta, muncul dugaan bahwa pencalonan Ridwan Kamil di Jakarta berpotensi memuluskan jalan Kaesang Pangarep untuk menjadi calon wakil gubernur (cawagub).

Baca Juga: BLT MRP Gagal Cair! Jangan Khawatir, Ada 4 Bansos Cair Mulai Hari Ini, Bantuan Apa Saja? Simak Selengkapnya di Sini!

Pakar politik Prof. Saiful Mujani mengatakan bahwa pencalonan Ridwan Kamil bisa saja menjadi suatu kemungkinan untuk membantu Kaesang Pangarep menjadi cawagub.

“Nah apakah kemudian tujuannya untuk membantu Kaesang masuk menjadi wakil gubernur? Itu salah satu kemungkinan,” kata Saiful dikutip dari kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP pada Selasa (13/8/2024).

Beberapa waktu lalu, Kaesang memang diisukan menjadi kandidat yang cocok untuk cawagub di Pilgub Jakarta.

Bahkan, Kaesang mengaku siap jika berpasangan dengan Ridwan Kamil atau Anies Baswedan di Jakarta.

Baca Juga: 10 Jurusan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang Paling Sulit dan Terlambat Menyelesaikan Studi: Lulus Rata-rata 4 Tahun Lebih

Namun, Saiful menilai saat ini Golkar tengah meyakinkan Ridwan Kamil untuk menang di Jakarta.

Salah satunya dengan mengajak partai pendukung Anies Baswedan seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Dikabarkan, koalisi pendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024 lalu tengah mengajak partai lain untuk bergabung dalam koalisinya yang kini disebut KIM Plus.

“Tapi yang pasti adalah menurut hipotesis saya pimpinan kartel ini meyakinkan Golkar, meyakinkan Ridwan Kamil tenang anda kita akan bantu habis-habisan di Jakarta dengan cara tadi, mengajak PKS, Nasdem,” ungkapnya.

Namun, Saiful menilai bisa saja ajakan tersebut adalah jebakan berupa ‘menyandera’ partai lain agar tidak mengusung kandidat yang potensial.

“’Mengajak’ itu bisa juga artinya mengancam, menyandera. Kan kita sudah tahu bagaimana elit partai disandera dengan berbagai macam kasus,” ujarnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Desi Kris