AYOJAKARTA.COM - Anies Baswedan berpotensi gagal diusung untuk Pilgub Jakarta mendatang.
Seperti yang diketahui, sebelumnya Anies Baswedan sudah mendapatkan dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) untuk maju Pilgub Jakarta.
Namun, belakangan beredar isu bahwa meski sudah mendapatkan dukungan belum tentu Anies Baswedan akan didaftarkan di Pilgub Jakarta.
Pengamat Politik Universitas Nasional Jakarta, Selamat Ginting mengatakan bahwa saat ini masih ada kemungkinan untuk Anies terjegal.
Ini karena, Selamat Ginting melihat saat ini belum ada tradisi politik NU yang dijalani PKB duduk di luar pemerintah.
Sehingga, kemungkinan besar partai yang bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM Plus) adalah PKB.
“Posisinya 50:50, artinya sangat mungkin Anies terjegal. Kita bisa lihat belum ada tradisi politik NU yang dalam hal ini dijalani oleh PKB duduk diluar pemerintah, tidak biasa itu. Kemungkinan KIM Plusnya itu PKB,” kata Selamat Ginting dikutip dari kanal YouTube Indonesia Lawyers Club pada Jumat (9/8/2024).
Kemudian, Selamat Ginting menjelaskan bahwa PKS bisa saja ikut bergabung dengan KIM Plus karena telah mendukung Bobby Nasution di Sumatera Utara.
Menurutnya, jika PKS berada pada posisi yang berlawanan dengan presiden terpilih yaitu Prabowo Subianto maka ada kemungkinan tidak diikutsertakan dalam kabinet.
Terlebih, ia melihat belakangan ini PKS tidak membahas Anies sehingga ada kemungkinan pencalonan Anies-Sohibul Iman dibatalkan.
“Kecuali PKS bisa atau Anies mau di PKS, karena Anies tidak berpartai, independen. Maka kemungkinan PKS bisa maju, tapi dengan gambling kalau tetap dukung Anies apakah akan tetap diberikan kesempatan untuk maju di dalam kabinet,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini hanya tinggal menunggu tindakan dari Nasdem apakah berani melakukan perlawanan seperti pada Pilpres lalu.
Ia melihat sangat mungkin untuk Nasdem kembali mempertimbangkan Anies untuk diusung.
Namun, posisi Anies-Sohibul Iman belum sepenuhnya aman jika PKS bergabung dengan KIM.
Bisa jadi, Nasdem menjadi partai yang mengusung dan menyiapkan wakil untuk Anies.
“Sangat mungkin Nasdem juga akan mempertimbangkan kembali Anies, tapi itu juga kita lihat trik Nasdem ketika melepas AHY kemudian mengambil Muhaimin Iskandar bisa terjadi juga. Artinya posisi AMAN itu bisa jadi tidak aman dan ketika PKS lengah (bergabung dengan KIM) bisa saja Nasdem tetap akan mendukung Anies dan posisi wakilnya dipegang Nasdem,” tutupnya.***