AYOJAKARTA.COM - Mantan Gubernur Jakarta 2014-2017 Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok buka suara mengenai peluang dirinya maju di Pilgub Jakarta 2024.
Belakangan nama Ahok menjadi perbincangan lantaran masuk dalam bursa Pilgub Jakarta mendatang.
Namun, belum ada kepastian apakah PDI Perjuangan akan mengusung Ahok di Pilgub Jakarta atau tidak.
Mengenai hal itu, Ahok mengatakan bahwa saat ini PDI Perjuangan masih kekurangan kursi untuk mencalonkan gubernur.
Untuk mencalonkan calon gubernur dan calon wakil gubernur di Jakarta, jumlah kursi yang dibutuhkan partai maupun gabungan partai adalah 22 kursi.
“Saya kan petugas partai. Kebetulan PDIP nggak cukup kursinya, kursi mencalonkan. Kita butuh 22 kursi untuk mencalonkan. Kita baru punya 15,” kata Ahok dikutip dari kanal YouTube Denny Sumargo pada Rabu (7/8/2024).
Ahok menjelaskan untuk bisa mencalonkan pasangan cagub dan cawagub di Jakarta, pihaknya harus bekerja sama dengan partai lain.
Akan tetapi, ia melihat saat ini partai lain juga sudah mulai mempunyai kandidat yang akan dicalonkan.
“Butuh kerja sama dengan partai lain. Partai lain kan kelihatannya juga punya calon sendiri,” jelasnya.
Meski begitu, Ahok tidak masalah apabila dirinya tidak diusung untuk maju pada Pilgub Jakarta nanti.
Menurutnya, jabatan memang penting untuk mengoreksi hal-hal yang menentang cinta negara dan rakyat.
Baca Juga: 5 Fakultas Paling Susah Ditembus di Universitas Negeri Malang (UM): Peminat Terbanyak Capai 13.243!
Namun, baginya tidak ada jabatan bukan berarti dirinya berhenti memberikan edukasi politik kepada masyarakat.
Diketahui, saat ini Ahok sudah memiliki podcast bertajuk Ask Ahok Anything (A3) dan kerap menggelar ruang diskusi yang diselenggarakan secara offline.
“Jadi kalau saya pikir, makanya saya bilang bagi saya jabatan itu penting untuk mengoreksi segala sesuatu yang menentang cinta negara cinta rakyat. Tetapi tidak ada jabatan bukan berarti saya tidak meneruskan mengedukasi secara politik,” tutupnya.***