AYOJAKARTA.COM — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mempertimbangkan untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus di Pilgub Jakarta.
Sebelumnya wacana pembentukan KIM Plus ini dilontarkan pertama kali oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.
Dasco mengungkapkan bahwa partai yang berbeda dukungan di Pilpres 2024 akan bergabung dengan KIM di Pilkada sejumlah daerah, khususnya di Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Pernyataan ini memicu spekulasi dan antisipasi di kalangan politisi dan masyarakat khususnya di Jakarta.
Baca Juga: Ridwan Kamil dan Anies Baswedan Siap Bertarung di Pilgub Jakarta 2024, LSI Peringatkan Hal Penting
Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, belum mau membocorkan partai politik yang akan bergabung dengan KIM.
“Nanti, to be announced,” ujar Airlangga Hartarto, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV pada Selasa, 6 Agustus 2024.
Airlangga menyebutkan bahwa kepastian mengenai partai baru yang akan bergabung di KIM pasti akan segera diumumkan.
Yakni sebelum pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur pada 27 Agustus mendatang.
Baca Juga: Ridwan Kamil Dikabarkan Maju Pilgub Jakarta, Anies Baswedan Tegaskan Fokus pada Pelayanan Warga
Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, mengatakan bahwa jika KIM Plus terbentuk, maka Pilgub Jakarta potensinya hanya akan memiliki satu poros.
Jazilul menyatakan bahwa PKB masih melihat dinamika politik, terutama kristalisasi poros koalisi.
Saat ditanya tentang peluang Anies Baswedan diusung oleh PKB, Jazilul mengungkapkan bahwa keputusan tersebut masih dalam tahap pertimbangan.
PKB akan terus memantau perkembangan politik sebelum memutuskan calon yang akan diusung.
Anies Baswedan sebagai bakal calon gubernur Jakarta, enggan menanggapi hal tersebut.
Anies hanya mengatakan bahwa wacana tersebut merupakan bagian dari proses politik yang terus mengalir.
Anies mengaku bahwa dirinya tetap fokus pada kepentingan Warga Jakarta saja untuk saat ini.
“Pokoknya buat saya sih mengalir aja, toh ini tentang Warga Jakarta, aspirasi Warga Jakarta,” pungkas Anies Baswedan.***