AYOJAKARTA.COM — Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa Anies Baswedan ada di posisi teratas di Pilkada Jakarta.
Namun, di balik angka-angka yang menonjol, terdapat dinamika politik yang bisa mempengaruhi hasil akhir Pilkada Jakarta.
Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi, mengungkapkan bahwa hasil simulasi menunjukkan Anies Baswedan unggul jauh di depan pesaing utamanya.
Anies Baswedan unggul dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Ridwan Kamil.
Dengan hampir 40 persen responden memilih Anies, Ahok berada di posisi kedua dengan 23,8 persen, dan Ridwan Kamil di posisi ketiga dengan 13,1 persen.
Baca Juga: Hasil Survei Terbaru: Anies Baswedan Memimpin, Tantangan Besar Menghadang di Pilkada Jakarta 2024
Angka warga yang belum menentukan pilihan hanya mencapai 16 persen, menandakan ketegasan pemilih dalam survei ini.
Dalam simulasi head-to-head, Anies juga menunjukkan keunggulan, mengalahkan Ahok dengan elektabilitas 52 persen berbanding 42 persen.
Sementara Ridwan Kamil berada di posisi ketiga.
Meski demikian, Muhtadi memperingatkan bahwa posisi Anies tidak sepenuhnya aman.
Jika PKS beralih dukungan kepada Ridwan Kamil, dan Ahok tidak ikut berlaga, Ridwan Kamil bisa mendapatkan keuntungan signifikan dari dukungan Ahok yang tersisa.
Baca Juga: PKS Rayu PKB, Ingin Satu Suara Dukung Anies Baswedan dan Sohibul Iman di Pilgub Jakarta
“Kalau PKS tiba-tiba hijrah politik ke KIM yaitu paling tidak secara terbatas tiba-tiba mendukung Ridwan Kamil dan menempatkan kadernya sebagai wakilnya Ridwan Kamil menurut saya akan sangat menentukan dampaknya,” ujar Burhanuddin Muhtadi, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV pada Jumat, 26 Juli 2024
Burhanuddin Muhtadi menyebut bahwa potensi tersebut ada dan masih ada peluang meskipun tidak sebesar di Jawa Barat.***