Metropolitan

Menjelang Perhelatan Pilkada Jakarta Pasangan Anies-Iman Terancam Bubar, Benarkah PKB dan PDIP Sudah Mulai Berikrar?

Oleh: Karseno AJ Kamis 25 Jul 2024, 12:02 WIB
Pasangan Cagub dan Cawagub DKI Jakarta 2024, Anies Baswedan dan Sohibul Iman.

AYOJAKARTA.COM - Mendapat dukungan tanpa syarat dari Partai Nasdem, cawagub pendamping Anies Baswedan dalam perhelatan Pilkada Jakarta kini menjadi sorotan.

Diusung lebih dulu oleh PKB untuk berlaga di Pilkada Jakarta, kehadiran Sohibul Iman sebagai cawagub Anies Baswedan sempat menuai pertanyaan.

Dimunculkannya pasangan Anies Baswedan dan Sohibul Iman atau Aman dalam Pilkada Jakarta oleh PKS, sempat dikritik oleh sejumlah politisi PKB karena memperkecil kekuatan.

Misi mencari wakil gubernur diluar dari kader Partai Nasdem yang diisyaratkan Sekjen Nasdem, oleh banyak pihak ditengarai sebagai resiko politik bagi Anies Baswedan.

Potensi terjadinya disparitas koalisi antara PKB dan PKS usai didukung Partai Nasdem, membuat dinamika politik jelang Pilkada dinilai sebagian kalangan menjadi kian menarik.

Wacana lahirnya poros ketiga yang berisi PKB dan PDI Perjuangan serta partai lain yang bersedia ikut berkomitmen-pun kini mulai terdengar.

Sehubungan dengan adanya wacana koalisi PDIP dan PKB sebagai poros ketiga, Pengamat Politik Hendri Satrio atau Hensat memberikan tanggapan.

Baca Juga: H+7 SKD Sekolah Kedinasan: Cek Skor Aman Lolos SKD IPDN dari 38 Provinsi Mulai dari Aceh hingga Papua

Meski Anies mendapat kewenangan untuk menentukan cawagub, Hensat menilai hal tersebut tidak berarti menyetujui penuh pasangan Aman.

“Walaupun Surya Paloh mengatakan pilih wakilnya yang Mas Anies inginkan, saya rasa Nasdem juga tahu bukan Sohibul Iman juga,” ungkap Hensat.

Terkait hadirnya kembali Anies dalam Pilkada Jakarta, menurut pandangan Hensat karena tidak adanya dukungan politik dari Koalisi Indonesia Maju.

Baca Juga: Auto Lolos! 8 Prodi Baru D-4/S-1 Universitas Negeri Surabaya Lengkap UKT dan IPI Mulai Rp500 ribu hingga Rp77 Juta

Sehingga tidak menutup kemungkinan, figur yang pada akhirnya akan mendampingi Anies di Pilkada Jakarta bisa datang dari partai-partai besar selain Koalisi Perubahan.

Terlebih lagi sinyalemen dan gelagat adanya kekurangan minat PKB terhadap pasangan Aman, sudah bisa terlihat sejak pertama kali dicetuskan.

Sehubungan dengan peluang munculnya poros ketiga yang membuat PKB angkat kaki dari Koalisi Perubahan dan merangkul PDIP, Aryo Seno Bagaskoro memberi pandangan.

Menurut Juru Bicara Pilkada PDIP tersebut, dalam menghadapi pemilihan Kepala Daerah proses komunikasi politik terus dilakukan.

Namun khusus untuk Pilkada Jakarta, PDIP menilai perlu melakukan pendekatan dan komunikasi politik yang relatif berbeda.

Adanya ikatan sejarah yang kuat antara PDIP dengan proses pemilihan kepemimpinan di Jakarta, menurut Seno merupakan modal besar dalam memenangkan kontestasi.

Baca Juga: 11 Wilayah di Indonesia Siap Cair Duluan dan Rapel 3 Bulan Sekaligus untuk Bansos PKH dan BPNT, Cek Daftarnya!

Karena itu, hal yang menurut Seno penting dilakukan PDIP adalah dengan lebih mengutamakan kader internal untuk memimpin Jakarta.

“Bisa menjadi Gubernur atau Wakil Gubernur, ada harapan kader internal kami bisa maju di Pilkada Jakarta,” ungkap Seno.

Reporter Karseno AJ
Editor Aris Abdulsalam