AYOJAKARTA.COM – Belakangan wacana rematch Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan Anies Baswedan ramai diperbincangkan.
Sebelumnya, Ahok menyampaikan bahwa rematch dirinya dengan Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024 merupakan suatu hal yang menarik.
Menurut Ahok, rematch bersama Anies di Pilgub Jakarta bisa mengukur sejauh mana penerapan Bhinneka Tunggal Ika di masyarakat.
Sayangnya, PDIP belum memutuskan siapa kadernya yang akan diusung untuk maju di Pilgub Jakarta 2024.
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mengatakan bahwa saat ini kontestasi di Jakarta masih dinamis.
Ia juga menyebut ada banyak nama yang bermunculan yang masuk dalam bursa Pilgub Jakarta 2024.
“Jakarta kita cermati masih sangat dinamis. Justru berbagai wacana yang muncul saat ini baik itu terkait dengan Pak Ahok, Pak Anies, termasuk kombinasi keduanya atau kemungkinan rivalitas di antara keduanya, atau munculnya figur baru seperti Pak Pramono Anung,” kata Hasto dikutip dari kanal YouTube Kompas TV pada Minggu, 21 Juli 2024.
Hasto mengungkapkan ada banyak nama-nama yang muncul seperti Andika Perkasa hingga Tri Rismaharini.
Selain itu, ada nama lain yang juga muncul seperti Bivitri Susanti, sosok yang ikut berperan dalam film dokumenter Dirty Vote.
Menurutnya, nama-nama yang muncul tersebut merupakan bagian dari dinamika yang menyehatkan demokrasi.
Oleh karena itu, PDIP terus membuka diri serta memberikan ruang bagi calon pemimpin.
Hasto menjelaskan nama-nama yang bermunculan tentu akan dicermati dan dipertimbangkan oleh pihaknya.
“Maka PDI Perjuangan terus membuka suatu ruang bagi hadirnya calon-calon pemimpin tersebut yang kemudian nanti kita akan cermati berdasarkan suara arus bawah partai. Muncul juga nama Mas Pramono Anung, di Jawa Timur muncul nama Tri Rismaharini, di Jawa Tengah muncul nama Pak Andika, ada Pak Hendi. Ada yang mengatakan Pak Andika juga cocok di Jakarta, ini semua masih dicermati oleh PDI Perjuangan,” jelasnya.