AYOJAKARTA.COM - Nama Sohibul Iman saat ini tengah menjadi perbincangan hangat pasca diduetkan dengan Anies Baswedan untuk maju di Pilkada Jakarta 2024.
Diketahui, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah mengumumkan akan mengusung Anies Baswedan dan Sohibul Iman sebagai cagub dan cawagub dalam kontestasi Pilkada Jakarta 2024.
Baru-baru ini Sohibul Iman ,menceritakan awal mula terpilih dirinya untuk maju di Pilkada Jakarta 2024 untuk mendampingi Anies Baswedan.
Menurut Sohibul Iman terpilihnya ia sebagai calon wakil gubernur Jakarta 2024 berdasarkan hasil musyawarah bersama dengan DPP partai PKS.
“Di PKS ini sebelum nama-nama tersebut dibawa ke DPP minimal ada dua nama, dan bahaslah kemudian di DPP dan DPP yang mengerucutkan menjadi satu nama dan dibawa kepada DPTP,” kata Sohibul Iman, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube tvOneNews, pada Minggu, 30 Juni 2024.
Ketua Majelis Syuro partai PKS ini pun bercerita bahwa salah satu alasan mengapa dirinya terpilih untuk maju di Pilkada Jakarta karena melihat kedekatan dirinya dengan Anies Baswedan.
Ia bercerita memiliki beberapa momentum yang menunjukkan kedekatan dirinya dengan mantan gubernur Jakarta ini.
“Memang ada empat momentum yang menunjukkan kedekatan saya dengan Pak Anies,” ungkapnya.
Kedekatan yang pertama Sohibul Iman mengaku saat dirinya menjabat sebagai Rektor di Universitas Paramadina yang akhirnya digantikan oleh Anies Baswedan.
Kedua saat dirinya memimpin komisi 10 di DPR RI, pada saat itu Anies Baswedan menjabat sebagai Kemendikbud.
“Dimana dalam komisi 10 itu adalah komisi pendidikan Pak Anies sedang menjadi Kemendikbud sehingga rapat saya dengan Pak Anies cukup sering,” imbuhnya.
Ketiga, dalam Pilkada Jakarta 2017 Sohibul Iman yang saat itu menjabat sebagai presiden PKS merekomendasikan Anies Baswedan untuk Maju di Pilgub Jakarta.
Kedekatan keempat pada saat Anies Baswedan mencalonkan diri sebagai calon presiden 2024, dirinya terlibat dalam koalisi untuk mendukung pasangan AMIN.
“Ketika Pak Anies di reshuffle dan masuk di DKI saya presiden partai sehingga memberikan rekomendasikan, dan yang keempat kemarin saat pilpres,” jelasnya.
Seperti diketahui, munculnya nama Sohibul Iman sebagai orang yang ditunjuk untuk mendampingi Anies Baswedan tampaknya telah menjadi sorotan dari banyak pihak.
Sejumlah partai politik menganggap bahwa PKS telah melakukan blunder karena memasangkan salah satu kadernya dengan Anies Baswedan.***