Metropolitan

Ketua DPP Nasdem Willy Aditya Positive Thinking soal Cawe-Cawe Jokowi di Pilkada Jakarta, Mengapa?

Oleh: Nadya Donna Putri Sabtu 29 Jun 2024, 10:32 WIB
Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, meminta masyarakat untuk tetap berpikiran positif soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan cawe-cawe dalam Pilkada Jakarta.

AYOJAKARTA.COM — Beredar kabar bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan cawe-cawe dalam Pilkada Jakarta melalui putranya, Kaesang Pangarep.

Hal ini menjadi perbincangan hangat terutama karena saat ini tengah berlangsung sidang mengenai batasan usia untuk calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) minimal 30 tahun atau tidak, termasuk dalam konteks Pilkada Jakarta.

Menanggapi isu tersebut, Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, meminta masyarakat untuk tetap berpikiran positif.

Menurut Willy, kabar mengenai campur tangan Jokowi di Pilkada Jakarta terlalu konspiratif.

Baca Juga: PKS Usung Anies-Sohibul Iman di Pilkada DKI, Pengamat Politik: Jangan seperti Bermain Game Online

"Terlalu konspiratif, lah, ya. Kita positive thinking, kita husnudzon saja karena ini sinergi,” ujar Willy Aditya, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Sabtu, 29 Juni 2024.

Willy Aditya menjelaskan bahwa jika isu ini terus dikaji, tidak akan ada ujungnya.

Namun, ia menegaskan bahwa Partai Nasdem tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi DKI Jakarta, sesuai dengan arahan ketua partai mereka, Surya Paloh.

“Kalau itu dikaji bla bla blanya, nanti nggak selesai-selesai tapi komitmen memberikan yang terbaik untuk DKI itu yang selalu kami pegang dan itu menjadi arahan dari Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh,” jelasnya.

Menurut Willy, berpikir positif adalah kunci dalam menghadapi berbagai isu yang berkembang.

Baca Juga: PKS Usung Anies Baswedan dan Sohibul Iman di Pilkada Jakarta, Wasekjen PKB: Blunder

Ia percaya bahwa kolaborasi dan sinergi adalah hal yang penting untuk pembangunan Jakarta ke depan.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan tetap tenang dan menunggu proses politik berjalan sesuai aturan.***

Reporter Nadya Donna Putri
Editor Tedi Rukmana