AYOJAKARTA.COM – Direktur Eksekutif Indikator Politik menyebut Pemilihan Gubernur Jakarta masih akan diramaikan sejumlah nama lama.
Selain Ridwan Kamil dan Ahok, nama Anies Baswedan kembali disebut-sebut bakal meramaikan Pemilihan Gubernur Jakarta pada November mendatang.
Dalam keterangannya, Burhanudin Muhtadi menyebut nama Anies Baswedan menempati urutan pertama sebagai kandidat paling berpeluang di Pemilihan Gubernur Jakarta.
“Meskipun Mas Anies menempati peringkat pertama dari beberapa bulan lalu, tapi beliau tidak terlalu dominan juga,” jelasnya dikutip ayojakarta.com dari YouTube Metro TV, Senin (27/5/2024).
Baca Juga: DPW PKS Dukung Anies Baswedan Maju Pilgub Jakarta, Singgung Soal Track Record
Pencalonan Anies Baswedan sebagai peserta Pemilihan Gubernur Jakarta telah secara resmi diajukan DPP PKS Jakarta.
Namun sejalan dengan mekanisme yang berlaku internal partai, pencalonan tersebut masih perlu mendapat persetujuan dari DPP PKS.
“DPP PKS Jakarta telah memberi putusan akan mengusung Pak Anies, dari usulan wilayah nanti akan masuk ke tingkat pusat,” jelas Ahmad Mabruri selaku Ketua DPP PKS Jakarta.
Selain telah dicalonkan PKS, nama Anies Baswedan juga sempat dikabarkan menjadi salah satu kandidat yang diincar PDIP.
Terkait munculnya nama Anies dalam radar di kalangan internal PDIP, Burhanudin menilai konstelasi politik memungkinkan PDIP untuk bermanuver.
Selain karena perubahan peta politik pasca Pemilihan Presiden, situasi PDIP saat ini juga menjadi penyebab terbukanya peluang untuk berkoalisi.
“Apapun bisa terjadi, melihat posisi PDIP yang sekarang berada di luar dan posisinya berbeda jauh 180 derajat dengan Presiden Jokowi dan pemerintah mendatang,” jelasnya.
Selain Direktur Eksekutif Indikator Politik, peluang sejumlah partai besar untuk berkoalisi juga disampaikan Analis Politik Ahmad Khoirul Umam.
Baca Juga: Angin Segar! DPW NasDem Mantap Ingin Usung Anies Baswedan Maju Pilgub DKI Jakarta 2024
Menurutnya, sekat-sekat politik yang sebelumnya menjadi pembatas masing-masing partai politik berpotensi akan melebur dalam menghadapi Pilkada Jakarta.
“Kalau misalnya nama Anies sampai ditimbang oleh PDIP, tentu ini akan menjadi peluang yang baik bagi siapapun,” jelas Umam.
Namun demikian, sejumlah kalangan menilai pertarungan ulang antara Anies dan Ahok sebagaimana tahun 2017 silam kecil akan terjadi kembali pada Pilkada 2024.
Hal tersebut dikarenakan adanya kabar yang menyebut bahwa Ahok telah secara khusus dipersiapkan oleh PDIP dalam Pilkada Sumatera Utara.
Penempatan Ahok dalam ajang Pilkada Sumatera Utara untuk menghambat Bobby Nasution yang merupakan menantu Presiden Jokowi serta didukung Partai Gerindra.
Pernyataan terkait pencalonan Ahok untuk maju dalam kontestasi Pilkada Sumatera Utara disampaikan langsung Rapidin Simbolon selaku Ketua DPP PDIP Sumut.
“Kalau partai sudah menginstruksikan, jangankan ke Sumatera, ke Papua saya siap,” tegas Rapidin seraya mengutip pernyataan Ahok.***