Metropolitan

Gubernur Jakarta Ideal versi Ahok yang Tak Boleh Dipandang Sebelah Mata

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Senin 06 Mei 2024, 08:17 WIB
Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama

AYOJAKARTA.COM - Pemilihan Gubernur Jakarta mulai memanas menjelang pemungutan suara pada November yang akan datang.

Meski masih lama, namun sejumlah parpol dan tokoh politik sudah melakukan cek ombak.
Sejumlah nama yang disebut-sebut akan maju di Pilgub Jakarta antara lain Ridwan Kamil, Ahmad Sahroni, Anies Baswedan, Tri Rismaharini, Riza Patria dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Meski belakangan sejumlah nama di atas mengatakan tak akan ikut kontestasi orang nomor satu di Jakarta, namun kondisi politik yang dinamis bisa berubah setiap saat.

Ahok yang diplot akan kembali berhadapan dengan Anies Baswedan atau menjadi wakilnya menyampaikan kriteria ideal untuk menjadi Gubernur Jakarta.

Baca Juga: Soal Pilkada DKI, PKS: Kasih Kesempatan Anies untuk Mengantarkan Orang PKS Jadi Gubernur Jakarta

Hal itu disampaikan dalam episode perdana Ask Ahok Anything [A3] di kanal YouTubenya, Panggil Saya BTP.

Ahok mengemukakan pandangannya tentang kepemimpinan yang ideal bagi Jakarta.

Mantan Gubernur Jakarta ini mengatakan bahwa siapapun yang diberikan kepercayaan untuk memimpin boleh mempertimbangkan program-program yang pernah diusungnya.

Dalam pidatonya, Ahok menyoroti pentingnya eksekusi atas rencana yang telah disusun.
Baginya, bukan hanya sekadar masalah perencanaan yang berlimpah, tetapi lebih kepada kemauan untuk melaksanakan apa yang direncanakan.

"Yang paling penting bagi saya bukanlah sekadar kajian-kajian, yang paling penting adalah anda berani melakukan eksekusi," ujarnya.

Baca Juga: PSI Bakal Usung Kaesang Pangarep Jadi Calon Gubernur di Pilgub Jakarta Jika Memenuhi Ini

Ahok menekankan bahwa popularitas bukanlah prioritas utama.

Baginya yang terpenting adalah hasil dari tindakan yang diambil untuk kebaikan Jakarta.

"Tidak penting menjadi populer, yang penting adalah menjalankan eksekusi sehingga kita bisa meninggalkan legacy bahwa apa yang kita kerjakan telah memberikan dampak positif," tegas Ahok.

Baca Juga: Tuntaskan Polemik Penunjukan Plt Kepala OPD, Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni Minta Kepala Daerah Fokus dengan Jabatannya

Ahok dikenal luas masyarakat setelah menjabat sebagai Gubernur Jakarta.

Ia mulai menjabat pada 19 November 2014 setelah sebelumnya menjadi Pelaksana Tugas Gubernur menggantikan Joko Widodo yang menjadi Presiden Indonesia.

Pengabdiannya kepada Jakarta di masa lalu memberinya wawasan yang mendalam tentang tantangan dan potensi kota tersebut.

Dengan visi kuat dan komitmen yang tak tergoyahkan, Ahok memberikan pandangan yang berharga tentang kepemimpinan yang ideal untuk masa depan Jakarta.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Fathul Amanah