Metropolitan

Korban FOMO! Butik Emas Antam di Pulo Gadung Diserbu Warga, Pemilik Langsung Batasi Penjualan

Oleh: Asti Aureli Septania Rabu 16 Apr 2025, 14:00 WIB
Ilustrasi. Butik Emas Antam di Pulo Gadung, Jakarta Timur, membatasi penjualan emas hanya untuk 200 orang per hari.

AYOJAKARTA.COM – Korban FOMO (Fear of Missing Out) menyerbu Butik Emas Antam di Pulo Gadung, Jakarta Timur, hingga menyebabkan antrean panjang sejak subuh dan memaksa pihak butik membatasi penjualan .

Butik Emas Antam di Pulo Gadung, Jakarta Timur, membatasi penjualan emas hanya untuk 200 orang per hari.

Kebijakan ini mulai diterapkan sejak 10 April 2025 sebagai respons atas lonjakan minat masyarakat untuk membeli emas, terutama setelah Lebaran dan di tengah kenaikan harga logam mulia ke rekor tertinggi.

Seperti informasi yang dikutip dari kanal YouTube tvOneNews, setiap hari hanya 200 nomor antrian yang dibagikan kepada pengunjung. Kuota ini biasanya sudah habis sejak pagi, bahkan sebelum butik resmi dibuka pada pukul 08.30 WIB.

Baca Juga: Deretan Kota dengan Cadangan Emas Terbesar di Indonesia, Nomor 1 Ada di Provinsi Papua

Antrean dibuka mulai pukul 06.00 WIB, dan banyak pembeli rela datang sejak subuh untuk mendapatkan nomor antrian.

Selain membatasi jumlah pengunjung, setiap orang hanya diperbolehkan membeli maksimal tiga keping emas batangan per hari.

Pembatasan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung dan menjaga kenyamanan serta keamanan transaksi di tengah permintaan yang sangat tinggi akibat kenaikan harga emas dunia dan depresiasi dolar AS.

Pada pertengahan April 2025, harga emas Antam tercatat mencapai Rp1.896.000 per gram, yang merupakan salah satu harga tertinggi dalam sejarah.

Baca Juga: Mulai Panik Harga Emas Naik Terus, Benarkah Uang Kripto Akan Menggantikan Uang Konvensional? Ini Faktanya!

Harga ini mendorong semakin banyak masyarakat untuk berinvestasi emas, sehingga antrian pun semakin panjang.

Banyak calon pembeli yang tidak mendapatkan kuota antrian meski sudah datang pagi-pagi. Beberapa di antaranya bahkan harus kembali ke butik selama beberapa hari berturut-turut tanpa berhasil mendapatkan kesempatan membeli emas.

Pembatasan penjualan di Butik Emas Antam merupakan langkah antisipatif di tengah lonjakan permintaan dan harga emas yang melambung.

Sistem kuota dan pembatasan jumlah pembelian per orang diterapkan untuk menjaga keteraturan dan menghindari penumpukan massa di lokasi butik.***

Reporter Asti Aureli Septania
Editor Tedi Rukmana